oleh

Pemkot Tangsel Larang Tempat Hiburan Beroperasi

Tangerang7.com, Ciputat – Di tengah pandemi dan PSBB sebagian tempat hiburan dan wisata di Kota Tangsel masih dilarang beroperasi. Beberapa tempat wisata yang dilarang beroperasi adalah wisata hiburan, musik dan lainnya. Untuk itu, Dinas Pariwisata terus melakukan sosialisasi guna memastikan bahwa tempat wisata tersebut tidak beroperasi.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Dadang Sopyan saat konferensi pers di Puspemkot Tangsel, Senin (24/8/2020).

Dalam keterangannya, Dadang juga memberikan tanggapan terkait Venesia yang belakangan ini menjadi sorotan publik. karena tempat tersebut diduga menjalankan bisnis prostitusi.

Dadang mengatakan, “Ada tiga izin yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk Venesia,” ungkapnya seraya menambahkan bahwa secara rinci ini akan dijelaskan oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinian Terpadu Satu Pintu (DPMPTS).

Melanjutkan keterangan, Kepala DPMPTSP, Bambang Noertjahjo menjelaskan, ada tiga perizinan untuk Venesia, yakni perizinan hotel, karaoke dan Spa. Diperjelas olehnya, sebelum adanya DPMPTSP, pelayanan perizinan dilakukan oleh BP2T.

Bambang menambahkan, dalam peraturan yang berlaku di Kota Tangsel, ada sangsi yang dibebankan kepada pelaku usaha jika menyalahi peraturan. “Salah satunya pencabutan izin operasi,” kata Bambang.

Dia pun mengungkap, ada dua perizinan Venesia yang dicabut yaitu izin spa dan karaoke. Di mana sebelumnya izin ini dikeluarkan DPMPTSP pada 5 Oktober 2019. “Ketentuannya karena melanggar peraturan PSBB,” kata Bambang.

(Foto : Konpers/Humas Tangsel).

Sementara itu, Kasatpol PP, Mursinah sangat mengapresiasi langkah yang diambil Bareskrim Polri terhadap Venesia. Seyogyanya langkah itu sejalan dengan penerapan PSBB di Kota Tangsel yang masih membatasi operasional beberapa tempat usaha, termasuk di dalamnya wisata hiburan.

“Yang perlu teman-teman pers tahu adalah, Satpol PP terus melakukan penertiban terhadap tempat hiburan yang ada di Kota Tangsel,” ujar Mursinah.

Sebelumnya, dipastikan Mursinah bahwa Satpol PP sudah melakukan langkah strategis. Melakukan pengawasan dan razia, di mana langkah tersebut sudah dilakukan pihaknya sebelum hingga setelah diterapkannya PSBB saat ini. Pengawasan pun dilakukan lebih ketat daripada sebelumnya.

Dengan adanya tindakan ini para seluruh pihak bisa lebih memperhatikan protokol kesehatan serta imbauan yang sudah ditentukan dalam penerapan PSBB. Di Tangsel sendiri, penerapan PSBB untuk kesekian kalinya ini diberlakukan hingga 6 September mendatang. (rls/t7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya