oleh

Pemkab Tangerang Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Tangerang7.com, Tigaraksa – Pemerintah Kabupaten Tangerang mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. Surat edaran itu ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desiriana Dinardianti.

Hal tersebut sebagai bagian tindak lanjut Surat Edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor SR.03.04/II/55/2020 tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit pneumonia dari Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, dalam surat edaran itu Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menganjurkan untuk melakukan langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan.

“Pertama, pengamatan terhadap peningkatan kasus ILI (Influenza Like Ilness) dan pneumonia melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons),” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Senin (27/1/2020).

Kedua, puskesmas melakukan pemantauan dalam masa inkubasi pada orang yang datang dari negara terjangkit berdasarkan health alert card (HAC). HAC diberikan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Ketiga, puskesmas memantau ketat dan melakukan isolasi penderita dengan gejala pneumonia dan mempunyai riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala.

Keempat, melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat tentang pneumonia dan pencegahan penularannya.

“Di antaranya dengan cuci tangan, etika batuk dan bersin, memerikasakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan demam, batuk, sesak, dan gangguan pernapasan serta memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum munculnya gejala,” jelas Hendra.

Kelima, puskesmas dan rumah sakit segera melaporkan kasus pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit secara berjenjang ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Hendra menyebut, wabah pneumonia berat akibat virus novel CoronaVirus (nCoV) mulai merebak di luar negeri pada 31 Desember 2019 lalu dan menyebabkan kematian. Hingga 21 Januari 2020, telah ditemukan 224 kasus dengan 4 kasus kematian. Negara lain yang telah ditemukan kasus ini adalah Jepang 1 kasus, Korea Selatan 1 kasus, dan Thailand 2 kasus.

“Penyakit ini dapat menular antarmanusia secara terbatas. Kemudian, belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit ini,” kata dia.

Untuk itu, bagi masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak napas, dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, disarankan agar segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

 

(t7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya