oleh

Pembunuhan Wanita itu Setelah Pelaku Gagal Jual Ponsel

Tangerang7.com, Kelapa Dua – Polisi telah mengetahui penyebab pasti kematian seorang wanita di kamar Apartemen The Habitat at Karawaci, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Begitu pula motif pelaku kian jelas. Pembunuhan itu didasari pada persoalan ekonomi pelaku.

Sulastri (20) alias Lastari alias Tari alias Citra alias Keket, ditemukan tak bernyawa di kamar nomor 311 lantai 3 Apartemen The Habitat at Karawaci, Sabtu (11/5/2019). Pemandu lagu itu tewas di tangan Agus Susanto (36), pria asal Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Selain dibunuh, sejumlah barang berharga milik Tari juga raib.

Pada Jumat (17/5/2019), polisi menggelar rekonstruksi atas peristiwa mengenaskan tersebut. Setidaknya, Agus memeragakan sebanyak 45 adegan, mulai dari datang hingga keluar kamar apartemen. Ia tiba di hunian itu sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun, sebelum memutuskan untuk bertemu Tari, Sabtu (11/5/2019) sekitar pukul 09.00 WIB, Agus terlebih dahulu ke wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Agus berniat menjual ponselnya ke toko di mana ia biasa berbelanja.

Ia pun meminjam sepeda motor milik Achmad Aryadi (34), di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh. Tetapi, ketika sampai Cengkareng, ternyata toko yang dituju itu tutup.

“Tersangka mengaku tidak memiliki uang sehingga meminjam sepeda motor dengan niat mau menjual HP (hand phone)-nya ke toko langganan tersangka di daerah Cangkareng. Dan ternyata tokonya tutup, sehingga tersangka kebingungan karena tidak punya uang,” kata Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua AKP Mukmin dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/5/2019).

Sepakat Tarif Rp 400 Ribu

Di tengah-tengah kebingungan, Agus memutar otak. Lalu terpikirkan untuk mencuri. Selanjutnya, ia mencari sasaran melalui media sosial, yakni aplikasi MiChat. Entah suatu kebetulan atau bukan, Agus berbalas pesan dengan Tari.

Melalui layanan obrolan tersebut, Agus dan Tari sepakat untuk berkencan. Ya, akan berhubungan seksual dengan ketentuan Agus membayar Rp 400 ribu kepada Tari. Kemudian, si wanita memberi tahu alamatnya di Apartemen The Habitat at Karawaci.

Agus pun tiba di gedung C apartemen. Namun, kala itu Tari meminta Agus untuk menunggu. Alasannya, ia mau berberes-beres dan mandi terlebih dahulu. Pada pukul 16.30 WIB, Agus mendapat pesan melalui aplikasi WhatsApp, agar menemui Tari di pintu akses masuk tower C.

“Begitu tersangka di tempat yang disuruh korban, ternyata korban telah menunggu dan selanjutnya berdua naik lift ke lantai 3 dan masuk ke kamar nomor 311,” jelas Mukmin.

Lantaran niat Agus sebenarnya adalah mau memiliki barang berharga milik Tari, maka setelah selesai berhubungan badan, ia langsung mencekik leher Tari. Agus mencekik dengan menggunakan kedua tangannya. Tari pun pingsan. Selanjutnya, Agus mengambil perhiasan emas berupa kalung, gelang, dan cincin, yang dipakai Tari.

Setelah selesai mengambil perhiasan, ternyata Tari siuman atau sadar pingsan. Melihat hal itu, Agus kembali mencekik leher Tari hingga tidak bergerak lagi. Tidak berhenti sampai di situ, ia mengikat kedua tangan Tari dengan sarung bantal, kedua kaki diikat dengan kabel pengisi daya ponsel (charger), dan mengikat leher dengan sarung bantal.

“Selesai mengikat korban, lalu tersangka mengambil dua HP korban dari laci meja rias, lalu mengambil dompet korban yang berisi uang Rp 5 juta dari laci lemari,” ujar Mukmin.

Sejumlah barang berharga telah dikuasai oleh Agus. Kalung, gelang, cincin, dua unit HP berikut satu dus HP, dompat berisi uang Rp 5 juta, serta tas selempang berwarna hitam. Ia kemudian memasukkan barang-barang itu ke dalam ransel warna abu-abu milik Tari.

Belum puas, Agus mengambil kaus dari dalam lemari Tari dan langsung memakainya. Lalu ia pergi dengan meninggalkan Tari dalam keadaan telanjang bulat dan terikat tidak bergerak di atas tempat tidur. Badan Tari juga ditutupi dua buah bantal.

Sang Pacar Jadi Saksi

Mayat wanita malang tersebut pertama kali diketahui oleh Andra Anjaya (29). Ia adalah tak lain sebagai pacar dari Tari. Pukul 09.00 WIB, Andra pergi bersama temannya untuk memancing di empang Wijaya Taman Cibodas. Saat itu, Tari dalam keadaan masih tertidur.

Pada pukul 17.00 WIB, Tari memberi tahu kepada Andra jika sedang ada tamu. Tari mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp. Andra membalas pesan tersebut pukul 17.40 WIB, namun sudah tidak ada respons dari Tari.

Andra pulang ke apartemen sekitar pukul 19.00 WIB. Ia melihat gagang pintu luar sudah tidak ada dan keadaan pintu terkunci. Lantaran penasaran, Andra membuka pintu kamar. Ia pun kaget melihat Tari dalam kondisi tanpa busana dengan leher, tangan, dan kaki terikat. Melihat sang kekasih terbujur kaku, Andra membuka ikatan tali tersebut.

“Berupaya menolong korban yang sudah tidak bergerak,” ujar Mukmin.

Andra juga melihat keadaan laci tempat menyimpan dompet sudah terbuka dan dua buah ponsel Tari juga sudah tidak ada. Begitupun kalung, gelang, dan cincin, sudah tidak dikenakan oleh Tari. Tidak hanya itu, ia menemukan gagang pintu yang lepas dan charger di samping jasad Tari.

Andra selanjutnya memberi tahu kejadian mengenaskan itu kepada penghuni apartemen lain serta sekuriti dan dilanjutkan melapor ke Polsek Kelapa Dua. Polisi langsung menindaklanjuti dengan datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Barang bukti yang diamankan polisi terdiri dari charger, celana dalam korban, celana pendek korban, engsel pintu yang telah rusak, sprei berwarna hitam merah, dua buah bantal, pakaian perempuan jenis dress milik korban, dua buah kondom, bra korban, sarung bantal, satu pasang sandal korban, serta selimut berwarna hijau putih.

Mukmin mengatakan, tetangga korban sempat mendengar ada keributan pada pukul 17.00 WIB. Pertengkaran berlangsung selama lebih kurang 10 menit.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman kamera pengintai atau CCTV, polisi berhasil menangkap pelaku. Agus ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian, di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Minggu (13/5/2019) pukul 13.00 WIB.

Agus kini mendekam di hotel predeo. Ia dijerat Pasal 340 dan atau 338 dan atau 365 KUHP. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup, bahkan hukuman mati. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya