oleh

Pembunuhan Ridwan Direncanakan, Tersangka Peragakan 26 Adegan

Tangerang7.com, Pamulang – Polisi menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan Ridwan (16), di tanah kosong Jalan Raya Gaplek, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel.

Tiga tersangka pembunuhan remaja bergaya punk itu, yakni Ikkuisan alias Ikkiu (20), Mudiansyah alias Comot (28), dan Afri Dandi alias Dandi (19), memeragakan sebanyak 26 adegan, Rabu (06/02/2019).

Empat personel Polres Tangsel berperan menggantikan empat tersangka lain yang hingga kini masih buron. Dari 26 adegan tersebut, diketahui ada friksi di antara entitas anak punk Ciputat dan anak punk Gaplek. Sehingga muncul aksi balas dendam.

“Dari rekonstruksi ini ada 26 adegan diperagakan oleh ketiga tersangka, mulai dari para tersangka merencanakan akan membalas dendam kepada kelompok korban (kelompok Ciputat, red) sampai para tersangka melarikan diri dan membuang potongan jari dan kuping korban,” kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho.

Alex mengatakan, korban dipukuli terlebih dahulu sebelum ditusuk pada bagian punggung serta kuping dan jari kelingking dipotong. Dari hasil rekonstruksi diperoleh kesimpulan bahwa para pelaku memang telah merencanakan untuk mencari dan menghabisi kelompok punk Ciputat.

“Pasal pembunuhan berencana sudah tepat, karena mereka merencanakan. Sudah dari awal membawa pisau, mengincar korban,” tandas Alex.

Sebelumnya, masyarakat digegerkan penemuan mayat pria di tanah kosong, 16 Januari 2019. Remaja bergaya punk tanpa identitas itu ditemukan bersimbah darah, di mana terdapat luka tusuk di punggung, telinga kiri putus, dan jari kelingking kiri putus.

Tim Vipers Polres Tangsel kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Akhirnya, korban diketahui anak di bawah umur bernama Ridwan (16), warga Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang. Ia dibunuh sekelompok anak muda yang juga bergaya punk.

Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku, yakni Ikkuisan, Mudiansyah, dan Afri Dandi. Polisi tengah memburu empat orang pelaku lain. Antara lain Tito, Yudi, Agus, dan Andre. (sam/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya