oleh

Pembunuh Ustaz di Jayanti Diamuk Massa, Polisi Lepaskan Tembakan ke Udara

Tangerang7.com, Jayanti – Tak butuh banyak waktu. Polisi menangkap Sarjaya alias Jaya (63), pelaku pembunuhan ustaz di Kampung Nangung, RT 04/01, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/2019). Jaya ditangkap tanpa perlawanan.

“Pelaku ternyata masih berada di rumah sambil membawa golok. Anggota dengan cepat dapat mengamankan pelaku dan menyita barang bukti,” kata Kapolsek Cisoka AKP Uka Subakti.

Namun, saat dalam perjalanan menuju mobil patroli milik polisi, keluarga korban dan massa tidak terima atas perbuatan pelaku. Sejumlah warga berusaha menghakimi pelaku. Ia dipukuli dengan menggunakan kayu dan tangan, serta ditendang.

Melihat amukan massa, polisi melepaskan tembakan peringatan. Sebanyak tiga butir peluru ditembakkan ke udara. “Agar tidak terjadi hal-hal yang buruk, sehingga pelaku dapat berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Cisoka untuk pengusutan lebih lanjut,” tandas Uka.

Sebelumnya, peristiwa berdarah menggemparkan warga Kampung Nangung, Pasir Gintung, Jayanti. Ustaz Yahya (56) mengembuskan napas terakhir dengan tragis. Ia tewas dibunuh.

Pelaku adalah Jaya. Sopir truk kontainer ini tak lain suami dari Mulyanah (42), adik kandung Yahya. Selama enam bulan terakhir, Mulyanah tinggal di rumah Yahya, lantaran kerap bertengkar dengan Jaya.

“Pelaku merupakan sopir kontainer. Sebelumnya, terjadi pertengkaran antara pelaku dan istrinya, sehingga istri pelaku kabur dan berada di rumah korban sekitar enam bulan,” kata Uka.

Adapun pembunuhan berawal ketika pelaku menebang pohon mangga dengan menggunakan golok. Sekitar pukul 08.00 WIB, ia bertemu korban sedang membersihkan halaman rumah.

Jaya dan Yahya sama-sama bermukim di Kampung Nangung. Jarak kediaman kedua orang beripar ini hanya 100 meter.

Pelaku belakangan ini sudah enam kali ke rumah korban dengan maksud ingin membawa pulang sang istri. Namun, niat pelaku selalu tidak direstui dan dihalang-halangi oleh korban. Pagi tadi merupakan puncak dari kegeraman Jaya terhadap adik ipar.

“Pelaku meminta izin lagi mau membawa istri pelaku, namun tetap tidak diperbolehkan (oleh korban) dengan kata-kata ‘sampai kapan pun adik saya tidak bakal saya kasih sama loe’. Sehingga secara spontan karena kesal, pelaku langsung membacok korban,” jelas Uka seraya menirukan ucapan Yahya kepada Jaya.

Pada saat kejadian, korban sedang jongkok membersihkan sampah. Golok milik pelaku pun mengenai leher korban. Akibatnya, korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, pelaku pergi ke rumah dan meninggalkan korban.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke polisi. Tak ingin kehilangan jejak pelaku sekaligus mengantisipasi tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat, Uka memimpin tim untuk ke lokasi kejadian. (mg-1/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya