oleh

Pembatasan Waktu Operasi Truk Tak Berlaku di Jalan Pengembang Tangsel

Tangerang7.com, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan merevisi Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangerang Selatan.

Revisi itu menyusul surat somasi dari Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Tangerang dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam somasi, mahasiswa meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengkaji Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2012.

Mahasiswa menginginkan wilayah penerapan pembatasan waktu operasi kendaraan angkutan bertonase besar diperluas. Pasalnya, selama ini truk besar yang dapat melintas setelah pukul 21.00 WIB hingga 05.00 WIB hanya berlaku pada wilayah Pahlawan Seribu, Serpong.

Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Tangerang dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melayangkan somasi ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyikapi tewasnya seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang ditabrak truk di Graha Bintaro.

Namun, ternyata Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2012 hanya berlaku di jalan milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Pemerintah Provinsi Banten. Sementara di jalan-jalan milik pengembang seperti kawasan Bintaro Jaya, Alam Sutera, hingga BSD City, kendaraan angkutan barang masih dibebaskan beroperasi.

“Memang kalau masih jalan pengembang kita tidak bisa masukkan peraturan keputusan wali kota itu,” kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie sebagaimana dikutip Tangerang7.com dari Kompas.com, Sabtu (26/10/2019).

Kendati demikian, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan melakukan imbauan kepada para pengembang terkait jam operasional truk bertonase besar di wilayah Kota Tangerang Selatan.

“Nanti kami imbau mereka. Mereka kami minta untuk mengatur jam operasional (truk) itu sendiri. Paling tidak jam operasional disesuaikan dengan jalan yang diatur oleh Perwal,” tutur Benyamin.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memanggil pengembang untuk sosialisasi masalah jam operasional truk bertonase besar di wilayah Kota Tangerang Selatan. “Ya nanti kami akan sosialisasi kepada mereka supaya mereka tahu,” pungkas Benyamin. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya