oleh

Pembanting Motor Kena Pasal Penadahan

Tangerang7.com, Serpong – Aksi banting-banting motor yang dilakukan Adi Saputra membuatnya dijerat pasal berlapis. Salah satunya pasal tentang penadahan kendaraan bermotor.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho menjelaskan, polisi menilai Adi telah menadah motor hasil kejahatan. Adi diketahui membeli motor yang dibanting-bantingnya itu seharga Rp3 juta.

“Adi hanya membeli motor itu berikut STNK-nya, sedangkan BPKB tidak ada. Harga pasaran motor itu Rp6 juta sampai Rp7 juta,” kata Alex, Minggu (10/02/2019).

Adi membeli motor Honda Scoopy tahun 2010 itu melalui Facebook dari seseorang berinisial D. Menurut Alex, jual beli kendaraan seken alias bekas harus dilengkapi dengan BPKB.

Transaksi motor itu juga dilakukan secara putus. Artinya, Adi tidak lagi berkomunikasi dengan penjualnya. Dengan adanya indikasi tersebut, kuat dugaan Adi menadah kendaraan hasil curian.

Adi juga dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan. Pidana ini berkaitan dengan pelat nomor yang tidak sesuai dengan keluaran Polri. Adi mengganti nomor kendaraan asli dengan pelat nomor B-6395-GLW.

“Nopol asli yang seharusnya melekat pada motor tersebut diganti pada saat transaksi jual beli motor selesai,” tandas Alex. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya