oleh

Pelanggar Lalu Lintas di Kota Tangerang Bukan Ditilang, tetapi…

Tangerang7.com, Tangerang – Kesadaran tertib berlalu lintas perlu ditingkatkan. Keselamatan saat berkendara harus diutamakan dan dijadikan sebagai kebutuhan nonfisik. Sebab, kecelakaan di jalan raya didominasi tingkah abai terhadap aturan lalu lintas.

Jargon budaya tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara, memang sudah tidak lagi asing didengar. Namun hal tersebut bertolak belakang dengan perilaku para pengendara yang terbiasa melakukan pelanggaran lalu lintas. Terlebih bagi pengendara yang menganggap ketertiban hanya berlaku pada saat ada polisi.

Guna meningkatkan budaya tertib berlalu lintas dan disiplin dalam berkendara, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota menggelar operasi rutin. Yakni operasi simpatik. Jika pada umumnya tiap pengendara diganjar dengan tilang, namun razia kali ini justru dikemas secara humanis bahkan terkesan unik.

Bagaimana tidak, pelanggar aturan lalu lintas diberikan sanksi teguran dan didoakan. Di mana, polisi mendoakan pengendara agar selamat sampai tujuan. Polisi yang juga guru agama atau ustaz pun turut dilibatkan dalam kegiatan itu. Hal tersebut semata-mata karena penegakan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bukan solusi satu-satunya dalam menekan angka kecelakaan di jalan.

“Kami tak lelah memberikan teguran simpatik dan mendoakan para pengguna jalan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas agar senantiasa selalu diberikan perlindungan serta selamat sampai tujuan, dengan tidak mengulangi pelanggaran dan tertib berlalu lintas,” kata Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Juang Andi Priyanto, Kamis (11/4/2019).

Menurut Juang, cara humanis dan edukasi itu akan membekas bagi masyarakat sehingga sadar telah melakukan pelanggaran dan tidak ingin mengulangi. Operasi simpatik tersebut sudah dimulai sejak beberapa hari lalu dan akan terus dilakukan. Dalam pelaksanaannya, bintara hingga perwira di satlantas turun ke jalan.

“Semua anggota kita libatkan, termasuk polisi wanita. Kegiatan ini tidak hanya saat ini, tetapi terus dilakukan, kalau bisa selamanya,” pungkas mantan Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat itu. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya