oleh

Pelaku Perampokan Toko Emas di Balaraja Masih Ditahan Polisi Malaysia

Tangerang7.com, Tigaraksa – MNFR (26) dan MNI (24) masih ditahan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Kedua warga negara Malaysia tersebut diduga sebagai pelaku perampokan di Toko Emas Permata, Jalan Raya Serang, Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/6/2019) lalu.

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan, tersangka MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia. Ia pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur. MNI pun menjalani hukuman penjara dan bebas pada 3 Juni 2019.

Sedangkan MNFR berasal dari keluarga berkecukupan. MNFR memiliki keinginan bekerja di Jepang. Namun ia tidak memiliki cukup uang untuk bertolak ke Jepang. MNFR kemudian merencanakan melakukan perampokan toko emas.

“Untuk memuluskan niatnya, MNFR mempelajari ihwal perampokan toko emas melalui video di kanal Youtube,” ucap Sabilul.

MNFR kemudian menceritakan niatnya kepada temannya berinisial MS. Oleh MS, ia dikenalkan kepada MNI. Setelah berdiskusi, MNI sepakat mengikuti MNFR merampok toko emas asalkan segala biaya perjalanan ditanggung oleh MNFR.

“MNFR mengaku tidak memiliki alasan spesifik kenapa beraksi di Indonesia. Dia hanya mengatakan hobi berjalan-jalan. Adapun motifnya, karena ingin menambah biaya perjalanan ke Jepang,” kata Sabilul saat konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Tigaraksa, Kamis (11/7/2019).

Usai beraksi di Indonesia, MNFR dan MNI bergegas kembali ke Malaysia. Menurut pengakuan keduanya, emas hasil rampokan di Balaraja dibawa ke Malaysia. Namun, kata Sabilul, keduanya masih menutupi keberadaan barang bukti emas itu.

“Meski ada keterbatasan aturan negara setempat, namun kami masih terus cari barang bukti emas itu,” ucap Sabilul.

Ternyata, kedua pelaku tidak merasa puas setelah merampok di Indonesia. MNFR dan MNI lagi-lagi melakukan aksi perampokan di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor, Malaysia, Jumat (28/6/2019). Atas informasi dari penyidik Polri, PDRM berhasil mengungkap perampokan di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor itu. Keduanya pun ditangkap dan ditahan PDRM pada Selasa (2/7/2019).

“Mengingat keduanya merupakan warga negara Malaysia dan juga melarikan diri ke negara asalnya, maka tentu berlaku ketentuan-ketentuan diplomatik. Ketentuan itu tentu harus dihormati sebagai bentuk penghargaan atas kedaulatan dan yurisdiksi suatu negara,” ujar Sabilul.

Di samping itu, MNFR dan MNI saat ini dihadapkan pada masalah hukum atas kasus perampokan di Malaysia. Maka, keduanya kini masih dalam penahanan PDRM. Ancaman hukuman keduanya atas kejahatan perampokan di Malaysia adalah 10 hingga 15 tahun penjara.

“Langkah hukum yang kami ambil selanjutnya saat ini masih dikoordinasikan dengan pihak berwenang di negara setempat,” tandas Sabilul.

Pada ungkap kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV, korek api berbentuk senjata jenis revolver, korek api berbentuk senjata jenis baretta, 1 unit mobil Avanza bernopol B 2069 UFC, 6 buah baki emas, dan 34 dudukan gelang. (rls/mg-1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya