Pelajar Dominasi Penyalahgunaan Obat Keras di Kota Tangerang

Tangerang7.com, Karawaci – Penyalahgunaan obat keras marak di Kota Tangerang. Ironinya, pengguna rata-rata usia pelajar, mulai SMP hingga SMA. Para anak muda ini membeli obat tanpa resep dokter, kemudian dimanfaatkan untuk mabuk-mabukan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Agus Sarullah mengatakan, pelajar saat ini masih tergolong rentan terhadap pengaruh obat-obatan. Hal itu disebabkan faktor psikologis yang masih labil, di mana keingintahuan tentang sesuatu dan pengaruh lingkungan sangat tinggi.

“Anak SMP dan SMA saat ini sangat rentan terhadap pemakaian obat-obatan terlarang. Itu banyak faktornya, terlebih mereka masih labil,” ujar Agus kepada Tangerang7.com, Selasa (12/3/2019).

Jenis obat keras yang kerap disalahgunakan pelajar antara lain tramadol, hexymer, dan alprazolam. Menurut Agus, penggunaan obat keras tanpa resep dokter akan menimbulkan pengaruh lebih besar seperti mengonsumsi narkotika.

“Pengaruh obat-obatan bisa menimbulkan efek yang sangat merugikan. Yang menjual juga kebanyakan bukan apotek, melainkan toko obat,” tandas Agus.

Di sisi lain, BNN Kota Tangerang kini fokus melakukan upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (narkoba). BNN melakukan diseminasi atau penyebarluasan informasi kepada masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.

“Diseminasi ini kita lakukan di lingkungan masyarakat, sekolah, perusahaan, dan komunitas. Sedangkan advokasi sendiri seperti ke lembaga pemerintah. Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian,” ujar Agus. (odo/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya