oleh

PDAM TKR Kirim Bantuan Air Bersih, Warga Desa Palasari Semringah

Tangerang7.com, Legok – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Salah satunya di Desa Palasari, Kecamatan Legok. Sumur bor pun tak lagi memiliki air.

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya agar kebutuhan masyarakat akan air bersih selalu terpenuhi. Langkah ini dilakukan melalui Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR).

Pada Selasa (30/7/2019), PDAM TKR mendistribusikan bantuan air bersih ke warga Perumahan Graha Citra Palasari. Warga tampak semringah karena kebutuhan akan air bersih terpenuhi.

Salah seorang warga Desa Palasari, Trihartati, mengaku sangat bersyukur atas bantuan air bersih dari unit usaha milik Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang itu. Dia bersama warga lainnya rela mengantre demi mendapatkan air bersih.

Trihartati menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, PDAM TKR, Camat Legok, serta Kades Palasari. “Karena sudah membantu masyarakat untuk penyaluran air bersih ke Desa Palasari,” kata dia.

Camat Legok Nurhalim mengatakan, lebih kurang 100 kepala keluarga terdampak krisis air bersih di Desa Palasari. Desa ini memang sering dilanda kekeringan karena tanahnya merupakan lempung putih, sehingga jika kemarau beberapa hari saja debit air sudah tidak ada.

“Sudah merupakan tanggung jawab kami sebagai aparatur pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, apa lagi dalam mengatasi kekeringan akibat musim kemarau saat ini,” ujar Nurhalim.

Tetap Utamakan Kebutuhan Pelanggan

PDAM TKR melakukan berbagai upaya agar bisa memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat, terlebih bagi pelanggan. Sehingga, gangguan terhadap proses produksi air bersih akibat musim kemarau dapat teratasi secara maksimal.

Direktur Utama PDAM TKR Kabupaten Tangerang Rusdy Machmud mengatakan, saat ini aliran air dari Sungai Cisadane dan Sungai Cidurian mulai menurun. Padahal, dua sungai tersebut merupakan sumber bahan baku air bersih dari PDAM TKR. Keadaan demikian tentu menghambat proses produksi dan pendistribusian air bersih ke pelanggan.

Guna mengatasi persoalan itu, PDAM TKR berkoordinasi secara intens dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tangerang serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang. Koordinasi dilakukan agar produksi air bersih dari PDAM TKR tetap terjaga dan pelayanan kepada pelanggan tetap normal.

“Kami terus berusaha menjaga kontinuitas produksi pengolahan air dengan menggali sungai untuk membuat kanal, agar air bisa masuk ke intake pengolahan. Kami juga berupaya untuk meminjam sejumlah pompa air berukuran besar ke Kementrian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya,” ujar Rusdy.

Menurut dia, akibat kemarau panjang ini dua pelayanan Instalasi Kecamatan Kota (IKK) berhenti beroperasi lantaran suplai air tidak bisa diolah, yakni Kronjo dan Kresek. IKK Kronjo mengambil bahan baku air bersih dari Kali Cipasilihan, sementara IKK Kresek dari Kali Cidurian.

“Bahan baku dari kedua IKK ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk dijadikan sebagai air bersih. Di samping kesulitan mengalirkan ke intake kedua IKK tersebut, kualitasnya sangat buruk,” tandas Rusdy.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat PDAM TKR Kabupaten Tangerang Samsudin Sidik mengatakan, untuk IKK Rajeg masih memproduksi air sekitar 25 liter per detik dan IKK Mauk 15 liter per detik.

“Untuk Cabang Tigaraksa dan Teluknaga masih produksi sekitar 100 liter per detik yang seharusnya bisa produksi 200 liter per detik, sedangkan untuk IPA Cisauk masih produksi 50 liter per detik,” jelas Samsudin.

Khusus IPA Cikokol produksi masih normal, namun kualitas air baku dari Cisadane menurun. Keadaan itu sedikit menyulitkan PDAM TKR untuk memproduksi air bersih. “Selain kondisi air Kali Cisadane yang mulai surut, kualitasnya pun menurun. Meskipun saat ini kondisi air Cisadane terlihat jernih namun belum tentu bersih,” ujar Samsudin.

Kendati demikian, proses produksi tetap berjalan walaupun harus menambah bahan baku kimia. Penambahan bahan kimia dalam proses produksi agar hasil air tetap berkualitas.

“Saat ini pelayanan air bersih masih berjalan normal, hanya di dua IKK saja yang produksi terhenti dan kami mengirimkan bantuan air bersih kedua wilayah pelanggan tersebut,” pungkas Samsudin. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya