oleh

PDAM TKR Gelar Konsultasi Publik Terkait Amdal SPAM

Tangerang7.com, Tangerang – PDAM TKR Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan air bersih kepada masyarakat. Guna merealisasikan hal itu, PDAM TKR menyelenggarakan sejumlah kegiatan di antaranya konsultasi publik dalam rangka analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM.

Unit usaha milik Pemerintah Kabupaten Tangerang itu telah melaksanakan konsultasi publik yang dimaksud di wilayah Kecamatan Cikupa belum lama ini. Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar di beberapa lokasi lain, guna mengembangkan SPAM.

Direktur Utama PDAM TKR Rusdy Machmud mengatakan, tahun ini PDAM TKR meningkatkan kuantitas layanan air bersih dengan menambah kapasitas. Hal ini sejalan dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang Tahun 2019-2023. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar juga selalu menyampaikan agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Salah satu program kami pada tahun 2019 yaitu meningkatkan kuantitas layanan air bersih hingga mencapai 40 persen dari total jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang. Ini sesuai arahan bapak bupati untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Rusdy, Kamis (31/1/2019).

Sejauh ini, PDAM TKR menggenjot pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Selain IPA Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga juga meningkatkan kapasitas IPA di Kecamatan Solear. Peningkatan kapasitas tersebut, kata Rusdy, tentu harus dibarengi dengan penambahan jaringan perpipaan sehingga air bersih yang dihasilkan bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Dengan peningkatan kapasitas yang masing-masing mencapai 100 liter per detik tersebut, maka bisa menambah jumlah pelanggan sebanyak 10 ribu di masing-masing IPA,” tandasnya.

(Foto : Humas PDAM TKR)

Sementara Kepala Bagian Humas PDAM TKR Samsudin menjelaskan, konsultasi publik terkait Amdal SPAM merupakan tahapan yang harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, konsultasi tersebut juga sebagai sarana untuk menyerap masukan-masukan dari berbagai unsur masyarakat, seperti kecamatan, kelurahan, Polri, TNI, dan pihak terkait lainnya dalam pelaksanaan SPAM.

“Dengan adanya masukan dari masyarakat, maka kami bisa meminimalkan dampak-dampak negatif yang kemungkinan terjadi saat proses pembangunan,” kata Samsudin.

Dia pun berharap agar seluruh masyarakat terdampak untuk mendukung penuh rencana PDAM TKR dalam rangka mengembangkan SPAM. Sebab, jika jaringan telah terbangun akan mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan air bersih. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *