oleh

Paramount Estate Management Beri Tanggapan Aspirasi Warga Hunian

Tangerang7.com, Kelapadua – Pihak Paramount Estate Management (PEM) langsung merespons aksi unjuk rasa warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Lintas Cluster dan Ruko Paramount (Pawal Clup).

Melalui keterangan tertulis yang diterima tangerang7.com, Paramount Estate Management selaku
pengelola estate di Gading Serpong menyampaikan beberapa tanggapan terhadap keberatan warga
tersebut.

Associate Director PEM Lucas Maringka dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, IPKL merupakan iuran yang dikenakan kepada warga atau penghuni yang digunakan untuk mengelola
lingkungan agar tetap terpelihara dan terjaga kebersihan dan keamanannya, sehingga setiap warga baik
yang tinggal di dalam cluster maupun di area komersial atau ruko dapat tinggal maupun berusaha
dengan aman dan nyaman.

Bagi PEM, pelayanan, kenyamanan dan keamanan warga hunian cluster atau ruko adalah
hal yang utama, sehingga pelayanan yang diberikan harus memenuhi standar dan terus ditingkatkan.

PEM terus berusaha memperbaiki infrastruktur secara menyeluruh, menjaga kebersihan, dan
ketertiban lingkungan, pemeliharaan terhadap landscape di dalam keseluruhan kawasan.

Layaknya penyesuaian tarif IPKL dilakukan setiap tahun, menyesuaikan dengan kondisi, terutama karena
adanya inflasi maupun kenaikan barang dan jasa untuk pemeliharaan.

Masih dalam keterangan tertulisnya, PEM melakukan penyesuaian tarif
IPKL dengan beberapa pertimbangan yaitu bahwa sejak tahun 2017 PEM belum melakukan penyesuaian
tarif, dan selama ini penerimaan dan pengeluaran pengelolaan lingkungan belum seimbang, sehingga
menimbulkan defisit yang terus meningkat, sehingga subsidi yang harus dikeluarkan PEM pun makin meningkat.

Untuk itu, sejak awal Juli 2020, pihak PEM telah melakukan sosialisasi dan musyawarah dengan
warga cluster dan ruko terkait penyesuaian tarif IPKL tersebut dan telah mendapatkan persetujuan dari
mayoritas warga.

“Tujuan utama penyesuaian tarif IPKL ini adalah agar kami dapat menjaga dan meningkatkan standar
pelayanan dan pengelolaan kebersihan dan keamanan lingkungan untuk kenyamanan warga yang
tinggal di Gading Serpong. Untuk itu, kami sudah mencari formula di mana penyesuaian tarif bervariasi
disesuaikan dengan biaya pengelolaan cluster yang berbeda-beda. Kami secara terbuka menyampaikan
informasi laporan pengelolaan yang telah dilakukan selama ini, dan secara umum warga dapat
memahami kondisi tersebut. Kami pun terbuka terhadap aspirasi warga, berupa
masukan, saran maupun kritik membangun untuk meningkatkan pelayanan kami,” kata Lucas menjelaskan.

Pihaknya pun telah membuka opsi dan memberikan kebebasan kepada warga, sekiranya warga tidak
menyetujui penyesuaian tarif yang diajukan PEM dan memilih untuk melakukan pengelolaan lingkungan
secara mandiri.

“Tentunya, hal ini harus disetujui mayoritas warga cluster terkait dan melalui masa transisi
yang perlu disepakati bersama,” jelas Lucas.

Kata Lucas, penyampaian aspirasi adalah kebebasan setiap masyarakat di Indonesia. Pihaknya berharap agar perwakilan
cluster dan ruko tersebut dapat menjaga kondusifitas dan keamanan sesuai dengan aturan yang ditetapkan. (rls/t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya