oleh

Panitia Haul Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani Dipanggil Polisi

Tangerang7.com, Tigaraksa – Pasca acara haul Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani berbuntut dengan adanya pemanggilan sejumlah nama yang diduga terlibat dalam terlaksananya kegiatan haul tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Tangerang, Ade Ari Syam Indardi kepada sejumlah wartawan di ruang Wareng Pemda Kabupaten Tangerang,.Senin (30/11/2020).

Kapolresta menjelaskan telah melakukan undangan permintaan keterangan kepada panitia juga kepada jajaran pemda terkait penyelidikan adanya dugaan tindak pidana kekarantinaan kesehatan, sebagaimana diatur di Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan.

Selain itu juga dugaan tindak pidana sebagaimana diatur di undang-undang wabah penyakit nomor 4 tahun 1984 serta penyelidikan dugaan tindak pidana tidak mematuhi perintah dari petugas yang sah yang sedang bertugas.

Menurut keterangan Kapolresta. laporan polisi sudah dibuat kemarin dan undangan permintaan keterangan juga sudah dikirimkan kepada delapan orang dan sudah diterima semuanya. Yakni saudara AS selaku ketua panitia, sekreraris panitia, saudara M (ketua DKM), dan saudara H (ketua satuan khusus).

Sedangkan empat lainnya adalah dari Pemda Kabupaten Tangerang yang akan diminta keterangannya terkait dengan dua hal yang pertama tentang keputusan Gubernur Banten Nomor 443 tahun 2020 tanggal 14 Maret 2020 tentang kejadian luar biasa bahwa Kabupaten Provinsi Banten saat ini sudah berlaku kejadian luar biasa covid-19 sejak tanggal 14 Maret dan tentang Peraturan Bupati Nomor 53 dan 54 tahun 2020 tentang PSBB.

“Karena itu kami akan mendalami apakah terjadi dugaan tindak pidana terhadap kegiatan yang menyebabkan berkerumun,” kata Kombespol Ade Ari Syam Indardi.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah koordinasi mulai dari imbauan hingga peringatan secara tertulis kepada panitia. Bahkan telah
memanggil panitia untuk hadir rapat pada tanggal 17 November pukul 09.00 WIB dan menginformasikan bahwa Kabupaten Tangerang pada saat itu masih zona orange dan masih menerapkan PSBB.

“Saya sudah minta ditunda untuk penyelenggaraannya. Terjadi argumentasi yang sampai akhirnya ada dua opsi ditunda atau dibatasi penyelenggaraannya,” ungkap Zaki.

Hasil rapat ini, kata Zaki, dilanjutkan dengan rapat koordinasi kedua di tingkat provinsi pada tanggal 18 November di rumah dinas Gubernur. Hadir saat itu Gubernur Banten, Kapolda Banten, Kapolres Tangerang dan Dandim serta Camat Pasar Kemis.

“Bahwa hasil diskusi dengan panitia haul saya sampaikan ada dua opsi bahwa haul ditunda atau dibatasi hanya untuk para santri dan keluarga besar saja,” kata Zaki.

Zaki sudah beberapa kali membujuk agar kegiatan haul ditangguhkan atau ditunda. Dia pun menjelaskan telah menerima surat pembubaran kepanitian dari panitia dengan menerangkan penyelenggaraan acara hanya untuk kalangan santri dan kekuarga besar saja.

Bahkan, Zaki meminta agar seluruh camat melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak menghadiri tatap muka di kegiatan haul tersebut.

Selepas pasca pelaksanaan kegiatan haul tersebut pihak pemerintah daerah akan melakukan tahapan-tahapan berikutnya terkait protokol kesehatan dengan melakukan tracing dan tracking. Hal ini dikhawatirkan akan terjadi cluster baru covid 19. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *