oleh

Orang Tua Siswa Keluhkan Iuran Taman di SD Negeri

Tangerang7.com, Periuk – Orang tua siswa di salah satu sekolah dasar (SD) negeri di Kota Tangerang mengeluhkan iuran pemeliharaan taman yang dibebankan kepada siswa. Iuran tersebut ditujukan untuk program sekolah adiwiyata.

Keluhan itu disampaikan salah satu orang tua siswa yang minta namanya dirahasiakan kepada Tangerang7.com, Rabu (13/03/2019). Menurut dia, iuran pemeliharaan taman ini memang tidak dipatok besarannya. Tetapi, iuran yang dibebankan itu sifatnya wajib, mengikat, dan jangka waktu pemungutannya ditentukan oleh pihak sekolah. Siswa diwajibkan membayar iuran setiap Senin.

“Anak saya bilang setiap hari Senin harus iuran. Katanya uang tersebut untuk perawatan taman, ya semacam adiwiyata,” katanya.

Dia mengatakan, uang tersebut dikumpulkan melalui bendahara kelas masing-masing. Namun apabila tidak membayar iuran tersebut, siswa akan ditegur dan diminta segera membayar oleh guru.

“Uang iurannya dikumpulkan di bendahara kelas, memang sih tidak dipatok. Anak saya bilang kalau nggak iuran disuruh bilang sama orang tuanya agar minggu depannya iuran. Menurut saya sih ini pungli (pungutan liar, red). Masa perawatan taman saja harus pakai uang hasil iuran,” ujarnya.

Selain biaya perawatan taman, siswa di sekolah itu juga dipungut biaya untuk studi tur. Pungutan ini diambil dari memotong uang tabungan siswa.

“Tanggal 18 (April) sekolah akan ada studi tur. Anak saya kan menabung di sekolah, otomatis uang tabungannya dipotong untuk biaya studi tur itu. Setahu saya yang namanya sekolah negeri itu gratis, tidak ada biaya sedikit pun, koordinir uang untuk tur saja tidak boleh,” ujarnya.

Proses belajar mengajar di sekolah itu juga terkesan dipaksakan. Dia bercerita, anaknya wajib mengerjakan tugas dan PR mata pelajaran agama Islam meskipun siswa beragama nonmuslim.

“Saya sekeluarga nonmuslim, mana bisa anak saya mengerjakan PR agama Islam. Ya jangan sampai dihukum apalagi dijewer telinganya, jadinya anak saya setiap pelajaran tersebut menjadi trauma. Ya seperti ada unsur paksaan,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, Tangerang7.com masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak sekolah mengenai keluhan orang tua siswa tersebut. (fdy/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya