oleh

Orang Telantar Sekadar Dibina, Tahun Depan Dilatih

TIGARAKSA – Dinas Sosial Kabupaten Tangerang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak terkecuali orang telantar. Tahun ini, dinas sosial fokus untuk melakukan pembinaan dengan menyambangi panti-panti. Yakni Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU).

Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lansia Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Neni Nuraeni mengatakan, penghuni LKSA dan LKSLU bukan orang-orang telantar di jalanan. Di LKSA merupakan anak yatim dan duafa, sedangkan di LKSLU yaitu lansia yang tidak diurus keluarga ataupun tidak memiliki keluarga.

Dalam melakukan pembinaan, dinas sosial bekerjasama dengan instansi terkait lainnya, seperti dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3A) dan dinas kesehatan. Neni menyebutkan, ada sekitar 30 LKSA yang terdaftar di Dinas Sosial Kabupaten Tangerang. Sementara LKSLU hanya 2, yakni LKSLU Nurunnisa (Kecamatan Kronjo) dan LKSLU Islamic (Kecamatan Kelapa Dua).

“Saat ini kita masih fokus di pembinaan dan penyuluhan, kunjungan langsung ke lembaga-lembaga sosial. Kita kerjasama dengan dinas terkait lainnya,” ujar dia kepada Tangerang7.com, Minggu (11/11/2018).

Neni menjelaskan, LKSA dan LKSLU merupakan suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial anak yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada orang terlantar. Lembaga kesejahteraan sosial berfungsi sebagai pemulihan, perlindungan, pengembangan dan pencegahan. Selain itu, LKSA dan LKSLU juga sebagai pusat pengembangan keterampilan.

“Anak yang ada di LKSA itu bukan terlantar di jalanan atau terjaring razia lalu dibawa ke LKSA, tetapi mereka adalah anak yatim dan duafa. Kalau di LKSLU, ada yang memang sengaja tinggal di sana, ada juga karena tidak ada keluarga yang mengurus, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki sanak saudara,” jelas Neni.

Jika tahun ini cenderung pada pembinaan dan penyuluhan, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang akan melakukan terobosan pada tahun 2019. Diantaranya koordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang. “Bagaimana supaya diadakan perpustakaan keliling ke LKSA, menyediakan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan anak,” tandas Neni.

Kemudian, para lansia yang tinggal di LKSLU maupun di luar LKSLU akan diberikan pelatihan sehingga memiliki keterampilan. Menurut dia, masih banyak penghuni lembaga sosial yang berpotensi untuk terampil.

“Usia mereka 60 tahun ke atas, ada sekitar 60 lansia di dua LKSLU itu. Kita lagi merancang pelatihan apa yang nantinya kita berikan kepada mereka,” pungkas Neni. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya