oleh

OKB: Jangan Jadi Orang Kaya, Kamu Nggak Akan Kuat

Tangerang7.com, Tangerang – Film Orang Kaya Baru baru saja dirilis pada 24 Januari 2019. Banyak kelucuan dan pembelajaran yang dapat diambil dalam film ini.

Alur dalam cerita ini dikisahkan satu keluarga yang hidup serba tak berkecukupan. Sesuai judulnya, film ini mengangkat tema cerita kaya mendadak yang dialami keluarga tersebut. Ibu yang diperankan Cut Mini, dan ayah diperankan Lukman Sardi yang memilik itiga orang anak bernama Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero) dan Dodi (Fatih Unru).

Keluarga ini sebelumnya selalu menjalani kehidupan sehari-sehari mereka dengan serba apa adanya. Meski hidup dalam serba tak berkecukupan, keluarga ini digambarkan selalu bahagia dan tetap optimistis menyambut hari esok. Namun musibah menerpa keluarga ini. Sang ayah meninggal dunia.

Hari-hari mereka pun berubah kelabu. Masa depan yang semula dibangun dengan rapi, bermodalkan semangat “semua ada jalan keluarnya”, lenyap seketika.

Pura-pura Miskin

Ketika sang ayah meninggal, barulah ketahuan ternyata orang yang sangat kaya. Hartanya pun diwariskan kepada keluarga yang ia tinggalkan. Uang ‘kaget’ tersebut kemudian digunakan oleh istri dan anak-anaknya.

Ternyata si ayah pura-pura hidup miskin dan sengaja menyembunyikan kekayaan agar keluarganya mampu menghargai apa yang dimiliki dengan baik.

Mereka yang tadinya hidup susah, kini menjadi orang kaya baru (OKB). Maka, jadilah mereka berfoya-foya. Beli mobil, beli gawai, beli rumah, dan beli apapun yang sekiranya bisa dibeli. Menurut mereka, itulah cara keluar dari belenggu kemiskinan selama ini.

Segala kenorakan dan tingkah laku mereka menjadi orang kaya baru inilah yang akan menjadI jalan cerita menarik di film ini. Istilah OKB sendiri tak asing di telinga masyarakat. Sebutan ini merujuk pada orang yang tiba-tiba hidup tajir. Biasanya, OKB jadi bahan pergunjingan orang-orang di sekitar karena dinilai mendapatkan semuanya dengan serba cepat.

Apa yang disajikan dalam OKB sebenarnya bisa dengan mudah dijumpai di sinetron-sinetron televisi pada umumnya. Tapi sayangnya di film ini, sutradara Ody C Harahap terlihat tak bisa memprioritaskan konflik mana yang mesti diceritakan terlebih dahulu, mana yang menyusul belakangan.

Film OKB bisa dibaca sebagai pesan moral tentang efek dan akibat dari perilaku konsumerisme. Dalam imajinasi OKB, kekayaan merupakan suatu konsep yang jahat. Ia hanya bisa mendatangkan kebahagiaan yang semu, sumber masalah dari segala masalah, dan cuma jadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dengan kata lain, sama halnya dengan kemiskinan, kekayaan jadi problem moral.

Keputusan Ody untuk ‘mengembalikan’ ibu dan anak-anak ke asal mula mereka di pengujung film adalah pesan bahwa sebaik-baiknya tempat bagi orang miskin adalah lubang kemiskinan itu sendiri. Itu adalah akibat ulah mereka sendiri yang tak mampu menanggung beban dan godaan sebagai orang kaya. Film OKB seolah menyampaikan pesan “jangan jadi orang kaya, kamu nggak akan kuat’. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya