oleh

Ngopi Bareng Komunitas Milenial, UMT Gagas Pusat Inkubator Bisnis

Tangerang7.com, Tangerang – Manajemen Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) akan membentuk Pusat Inkubator Bisnis sebagai wadah katalisator benih dan bibit wirausaha yang tumbuh di kalangan mahasiswa. Guna mewujudkan hal tersebut, UMT menjalin kerja sama dengan Minang Diaspora Network Global (MDN-G).

Gagasan itu muncul saat acara Ngopi Bareng Komunitas Milenial Kota Tangerang, Ahad (3/3/2019) lalu. Acara bertema ‘Tangerang Creative Movement’ itu dikemas dalam bentuk diskusi panel. Hadir empat narasumber terdiri dari perwakilan MDN-G Dr. Burmalis Ilyas M.A, M.Si, perwakilan tokoh pengusaha Provinsi Banten Ir. Eten Hilman, perwakilan Asesor Pendamping Wirausaha Lembaga Sertifikasi UMT Dr. Mulyadi, dan Dekan Fakultas Pariwisata dan Industri Kreatif UMT Dr. Zalzulifa, M.Pd.

Pada kesempatan itu, Dr. Desri Arwen M.Pd mewakili Rektor UMT Dr. H. Ahmad Badawi, S.Pd, M.Pd, M.M. Dalam sambutan pengantar, Desri berharap ke depan makin banyak kerja sama sinergi dengan berbagai pihak.

“MDN-G telah hadir mewakili komunitas minang dengan potensi kemitraan bangun jejaring usaha sedunia. Apalagi kegiatan ngopi bareng ini bertujuan untuk menggali segala pemikiran komunitas milenial sebagai tindak lanjut silaturahmi Parinkraf dengan Pemda Kota Tangerang dalam menyusun peta jalan pembangunan Tangerang sebagai kota kreatif,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/3/2019).

Adapun pembentukan Pusat Inkubator Bisnis diusulkan oleh Eten Hilman dalam sesi diskusi. Menurutnya, Pusat Inkubator Bisnis sebagai wadah katalisator benih dan bibit wirausaha yang tumbuh di kalangan mahasiswa.

Usulan tersebut disambut baik oleh Mulyadi dan Zalzulifa. Terlebih gagasan itu sejalan dengan peran keduanya dalam kepengurusan UMT, yakni Ketua Majelis Pendidikan Kader (MPK) dan Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM).

Dalam pertemuan itu disepakati untuk membangun kerja sama dengan MDN-G. Bahkan untuk jangka waktu tertentu kerja sama yang dibangun bisa menjadi model dan inspirasi terbentuknya wadah serupa, misalnya dengan nama Banten Diaspora Network Global (BDN-G).

Dari sisi industri tampaknya perlu standarisasi layanan dan produk berbasis jasa wisata dan industri kreatif. Untuk itu, Fakultas Parinkraf UMT akan aktif mengajak para pihak dalam kerangka Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Pelaku bisnis dan birokrasi dilibatkan demi terbentuknya Pusat Inovasi Inkubator Bisnis dan Usaha (IBU) sebagai wadah fasilitasi berbagai hasil riset terapan bidang wisata dan industri kreatif yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa.

Keberadaan Pusat Inovasi IBU menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan karya-karya inovasi tepat guna Program Studi Pariwisata, Program Studi Periklanan, Program Studi Transportasi, dan Program Studi Desain Komunikasi Visual.

Untuk itu, melalui acara ngopi bareng diperkenalkan kesempatan mendaftar sebagai mahasiswa baru dengan mendapat voucher umrah serta keringanan biaya bagi pendaftar melalui kartu Diaspora Minang. (rls/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *