oleh

Minimalisir DBD dan Chikungunya, Dinkes Terjunkan Tim Jumantik

Tangerang7.com, Tangerang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan, maraknya kasus penyakit seperti DBD dan cikunguny. Karenanya, Dinkes mengimbau masyarakat untuk bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” papar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, dr Bevy, Minggu (23/2/2020).

Terkait dengan pencegahan DBD dan cikungunya, masyarakat juga bisa proaktif dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat gerakan 3 M plus yakni menguras bak mandi setiap minggu, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang barang bekas serta memakai obat anti nyamuk atau kelambu.

“Penanganan cikungunya sama persis dengan DBD. Yaitu melalui PSN DBD karena penularannya juga melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah,” jelasnya.

Jika semua sarang nyamuk diberantas, maka tempat perindukannya akan diminimalisir.

Bevy menjelaskan, pihak Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga telah melakukan berbagai langkah untuk meminimalisir penyebaran cikungunya dan DBD, seperti mengaktifkan pokja DBD di kecamatan dan Kelurahan serta menerjunkan juru pemantau jentik (jumantik), melakukan fogging, kemudian juga abatisasi untuk membunuh jentik nyamuk.

Selain itu, timnya juga melakukan penyuluhan ke masyarakat termasuk juga pemeriksaan sampel lingkungan dan sampel darah pasien yang masih demam.

“27 persen rumah yang dikunjungi tim dinkes ditemukan jentik, ini merupakan faktor risiko penularan kepada orang sekitarnya,” ujarnya.

Kemudian, terkait dengan jumlah kasus DBD dan cikungunya, sampai saat ini tercatat ada 13 kasus DBD dan 88 kasus cikungunya.

“Hasil penyelidikan epidemiologi (PE) ada 88 kasus cikungunya dan 73 di antaranya sudah sembuh, 13 masih proses pengobatan,” ungkapnya. (kam/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *