oleh

Menumpuk di Kantor Pos, Tabloid Indonesia Barokah Dikirim ke Ponpes

Tangerang7.com, Tangerang – Ribuan eksemplar tabloid Indonesia Barokah telah terdistribusikan di Kota Tangerang. Pengiriman dilakukan melalui badan usaha milik negara atau BUMN, yakni PT Pos Indonesia. Surat kabar ukuran kecil itu menumpuk di Kantor Pos Cabang Tangerang sejak kemarin.

Pendistribusian tabloid Indonesia Barokah menuai kontroversi. Pasalnya, ditujukan di beberapa masjid bahkan pondok pesantren. Bawaslu Kota Tangerang telah melakukan penelusuran dan berhasil mengamankan 6 eksemplar tabloid yang dikirim dari Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi itu.

Pengawas pemilu melakukan pengecekan langsung di Kantor Pos Cabang Tangerang tadi siang. Bawaslu ingin memastikan jasa ekspedisi yang digunakan pengirim tabloid tersebut. Kartika, wakil pimpinan Kantor Pos Cabang Tangerang membenarkan jika pendistribusian tabloid Indonesia Barokah melalui PT Pos Indonesia.

Ketua Bawaslu Kota Tangerang Agus Muslim mengatakan, Kantor Pos Cabang Tangerang menerima limpahan dari Kantor Pos Cabang Jakarta Selatan. “Tadi kami diterima oleh ibu Kartika, wakil pimpinan Kantor Pos Tangerang. Hasil komunikasi kami bahwa benar tabloid Indonesia Barokah didistribusikan oleh Kantor Pos Tangerang,” jelas Agus kepada Tangerang7.com, Kamis (24/1/2019).

Ratusan amplop cokelat berisi tabloid Indonesia Barokah masih menumpuk di Kantor Pos Cabang Tangerang. Ada sekitar 150 amplop dengan masing-masing berisi 3 eksemplar tabloid yang belum terdistribusikan. Sementara yang sudah terdistribusikan sekitar 500 – 600 amplop atau 1500 – 1800 eksemplar tabloid.

Bawaslu pun dikejutkan dengan fakta baru. Di mana tabloid itu bukan hanya tertuju ke masjid-masjid, tetapi dikirim ke beberapa pondok pesantren.

“Artinya, bukan saja tempat ibadah yang jadi sasaran namun juga lembaga pendidikan. Kalau kemarin kami hanya mendapat bukti di pengurus masjid, hari ini kami melihat ada yang dialamatkan ke ponpes. Jumlah yang belum terdistribusikan ada sekitar 150 amplop, sedangkan yang sudah sampai di tujuan mencapai 500 sampai 600 amplop,” tandas Agus.

Gandeng Dewan Pers

Bawaslu tidak dapat menghentikan pendistribusian tabloid Indonesia Barokah. Mengingat PT Pos Indonesia bergerak di bidang bisnis. Bawaslu, kata Agus, akan berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia Kota Tangerang dan Forum Pondok Pesantren Kota Tangerang. Tujuannya, agar pengurus masjid dan pimpinan ponpes benar-benar mensterilkan masjid dan ponpes dari kegiatan politik.

Adapun konten tabloid Indonesia Barokah masih dalam kajian tim gabungan. Bawaslu Kota Tangerang tidak bekerja sendiri. “Nanti hasilnya pasti kami sampaikan, tim masih mendalami. Kami juga melibatkan Dewan Pers,” pungkas Agus. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya