oleh

Mendikbud Apresiasi Gerakan Sekolah Menyenangkan di Tangerang

Tangerang7.com, Tigaraksa – Program Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di Kabupaten Tangerang mendapat apresiasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Hal itu disampaikan Muhadjir dalam kegiatan gebyar pendidikan dan kebudayaan dan sosialisasi arah kebijakan pembangunan pendidikan dan kebudayaan serta ekspose capaian program-program prioritas nasional dan daerah tahun 2019, di Lapangan Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, Sabtu (16/3/2019).

Muhadjir mengatakan, pendidikan menjadi sektor penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Pemerintah hadir dan menjamin setiap warganya untuk mendapatkan hak pendidikan yang layak. Sebab, dengan pendidikan seseorang dapat memperbaiki nasibnya, suatu kelompok dapat memperbaiki nasib kelompoknya, dan suatu bangsa dapat memperbaiki nasib bangsanya.

“Saya sangat mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang sangat peduli terhadap sektor pendidikan, dengan program Gerakan Sekolah Menyenangkan ini pendidikan di Kabupaten Tangerang menjadi Lebih menyenangkan sehingga siswa dapat berperan aktif dan kreatif dalam membangun pendidikan,” ucap Effendy dalam keterangan tertulis.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Hadisa Masyhur memaparkan sejumlah program dan capaian pendidikan di wilayah Kabupaten Tangerang. 16 Oktober 2018, dilaksanakan deklarasi GSM. Hadisa mengatakan, GSM merupakan gerakan sosial bersama guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri, dan menyenangkan di sekolah.

GSM memiliki lima program terdiri dari penguatan pendidikan karakter, pola pembelajaran yang aktif dan inovatif serta menyenangkan, mengoptimalkan program sanitasi sekolah dan kurangi sampah di sekolah, implementasi pembelajaran baca tulis Alquran di sekolah, serta memberikan pelayanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus dan sekolah ramah anak serta perbaikan manajemen tata kelola sekolah.

GSM juga mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal keterampilan hidup. Tujuannya, agar anak-anak menjadi pelajar yang sukses karena sekolah modern sejatinya tidak perlu menyeragamkan pola pikir anak-anak.

“Dengan begitu, GSM berarti membangun tiga aspek dasar keterampilan manusia untuk hidup di era digital, yaitu pola pikir yang terbuka, kompetensi abad 21 yakni kritis, kreatif, komunikatif, pemecahan masalah, serta karakter moral dan etos kerja,” tandas Hadisa. (rls/sly)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya