oleh

Menantu Hermansyah Jadi Korban Bus Maut, Ini Kata Sopir Bima Suci

Tangerang7.com, Tangerang – Kabar duka datang dari mantan Wakil Bupati Tangerang Hermansyah. Menantunya, yakni Tsalits Ahmad Faruq, menjadi salah satu korban meninggal dari kecelakaan Bus Bima Suci di Tol Cipularang KM 70, Senin (28/01/2019).

Kabar ini dibenarkan oleh Kapolsek Balaraja Kompol Wendy Andrianto. Menurut Wendy, pihaknya sudah mengonfirmasi informasi tersebut kepada keluarga Hermansyah.

“Ada satu korban meninggal dunia atas nama Tsalits Ahmad Faruq. Korban diketahui menantu dari Bapak Hermansyah,” jelas Wendy.

Hermansyah merupakan Wakil Bupati Tangerang yang mendampingi Bupati Zaki Iskandar pada periode 2013-2018. Informasi yang dihimpun Tangerang7.com, korban diketahui usai melaksanakan tugas pekerjaannya di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Suami Diansyah ini hendak kembali ke Tangerang dengan menumpang bus Bima Suci jurusan Bandung-Merak. Korban diketahui pergi menuju Bandung pada Jumat (25/1/2019) lalu.

Jenazah Tsalits rencananya akan dibawa pihak keluarga langsung dari RS Ramahadi Purwakarta menuju rumah duka untuk proses pemakaman di tempat pemakaman milik keluarga.

Bus Bima Suci bernomor polisi A-7520-CS melaju dari arah Bandung menuju Jakarta dalam kecepatan tinggi. Informasi dari NTMC Polri, Kakorlantas Mabes Polri Irjen Refdi Andri, menyempatkan menjenguk korban selamat di RSU MH Thamrin, Purwakarta.

“Tentu kita semua berduka, dan ini menjadi pelajaran untuk kita semua,” ucap Kakorlantas dalam keterangannya dikutip Tangerang7.com.

Kakorlantas menyebutkan, dari informasi yang didapatkan baik dari pengemudi, korban selamat dan petugas, bus tersebut mengangkut 34 orang termasuk sopir. Jumlahnya 34 orang. Korban meninggal dunia di lokasi tiga orang, dan empat korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kemudian empat korban selamat dalam keadaan luka berat, sementara lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban selamat menerima penanganan dan perawatan di RSU MH Thamrin, RS Siloam, dan RS Ramahadi, Purwakarta, Jawa Barat.

Kakorlantas juga sempat menemui sopir bus, Dede Suhaeri. Saat ditemui, Dede sedang berbaring dirawat dengan luka di muka dan cedera kepala. Namun, dia masih dapat berinteraksi dengan Kakorlantas.

Saat ditanyai Kakorlantas, Dede mengakui bahwa dirinya telah mengemudikan bus Bima Suci sekitar satu setengah tahun. Sebelum mengemudikan bus, Dede juga menjelaskan bahwa sebelum berangkat mengemudi dirinya dalam keadaan sehat dan fit.

“Semalam saya tidur nyenyak kok pak, karena dua hari saya libur. Sedangkan untuk kecepatan laju bus sesaat sebelum kejadian sekitar 60-80 kilometer karena saat kejadian sedang rintik hujan,” ucap Dede menjawab pertanyaan Kakorlantas di RS Ramahadi, Purwakarta.

Menurutnya, sebelum kejadian, dia sempat berhenti untuk melakukan pengecekan penumpang dan solar di KM 72. Setelah itu, kata dia, ketika mobil keluar dari rest area, tak lama kemudian mendadak ban kiri bus tidak bisa dikendalikan.

“Kejadian spontan pak, saat ban kiri tidak bisa dikendalikan bus masuk jalur 1. Saya pasrah tidak bisa berbuat apa,” imbuhnya. Sampai berita ini diturunkan, penyebab insiden kecelakaan ini masih didalami kepolisian. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya