oleh

Menanti Arief-Sachrudin Bebaskan Periuk dari Banjir

Tangerang7.com, Periuk – Musim hujan di Kota Tangerang akan menjadi ujian bagi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan wakilnya Sachrudin. Setiap musim hujan tiba, banjir masih menghantui warga kota ini.

Saat dilantik untuk periode kedua kepemimpinan mereka pada 26 Desember 2018 lalu, Arief-Sachrudin menyatakan penanganan banjir menjadi prioritas program kerja. Keduanya bertekad menjadikan Kota Tangerang terbebas dari banjir.

Arief telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang fokus dalam penanggulangan banjir tahun ini. Terutama di wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir seperti Kecamatan Periuk.

Wilayah ini ditargetkan bebas banjir pada tahun ini. Berbagai upaya dilakukan, seperti meningkatkan pemeliharaan pompa atau mungkin menggantinya dan membangun tanggul atau kisdam.

Pembangunan tanggul sementara sedang dilakukan di Kali Ledug, Kecamatan Periuk. Beberapa hari lalu, Kali Ledug meluap dan membanjiri pemukiman warga di sekitarnya.

“Kisdam ditinggikan. Sudah dibuat juga pintu-pintu air di gorong-gorong kali. Kami akan buat dua rumah pompa di sepanjang Jalan Villa Tangerang Indah seperti di Perumahan Total Persada. Jalan dan jembatan akan ditinggikan supaya akses masyarakat tidak terputus,” kata Arief saat meninjau Kali Ledug, Rabu (30/01/2019) malam lalu.

Barang Dagangan Hanyut

Banjir sebelumnya melanda warga perumahan Grand City dan Garden City di Gebang, Periuk, Kota Tangerang, akibat luapan Kali Ledug Rabu (30/1/2019). Meski rumah terendam banjir, warga tak sampai mengungsi. Hanya beberapa warga mengaku merugi akibat barang atau dagangannya hanyut terbawa banjir.

Seperti disampaikan Muhammad Ali, pedagang bibit berbagai jenis tanaman yang membuka lapak tak jauh dari Kali Ledug. Dia mengaku sudah terbiasa tanamannya hanyut saat banjir datang.

“Barang dagangan saya ludes terbawa banjir. Pupuk, tanaman dan lain-lainnya,” jelas Ali kepada Tangerang7.com, Sabtu (02/02/2019).

Ia bercerita, tanaman yang dijualnya ada ratusan jenis seperti bunga, bibit buah-buahan dan bibit sayuran. Tidak hanya tanaman, dirinya pun menjual pupuk, pot tanaman dan batu hias taman.

Ali mengaku sudah 2 tahun berjualan di lokasi tersebut, tepatnya di seberang perumahan Total Persada, Kecamatan Periuk.

“Saya mah terus jualan aja walau banjir menghadang. Toh soal rezeki itu masing-masing dan ada jalannya sendiri,” jelas Ali.

Ali menyambut dengan senang pembangunan turap dan sumur resapan di Kali Ledug dekat tempatnya berjualan. Dia berharap turap cepat selesai dibangun dan tempatnya tak kebanjiran lagi.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah, mudah-mudahan ke depan ada solusi bagus wilayah ini terbebas dari banjir. Saya yakin warga di perumahan ini juga menanti-nanti langkah nyata walikota mengatasi banjir di sini,” ungkap Ali. (orn/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya