oleh

Masa Tenang Pemilu, Keriuhan Media Sosial Mereda

Tangerang7.com – Aktivitas dukungan terhadap kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden di media sosial mereda sejak memasuki masa tenang Pemilu 2019. Akun media sosial resmi partai-partai peserta pemilu hanya mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia menggunakan hak suara mereka.

Cuitan terakhir akun partai peserta pemilu rata-rata berisi ucapan terima kasih. Selain itu juga permohonan doa restu dan dukungan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Seperti di Twitter. Cuitan tersebut muncul baik dari partai pengusung pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Akun Twitter milik PDIP, yakni @PDI_Perjuangan, terakhir kali melakukan cuitan pada Minggu (14/04/2019) pukul 01.00. Dalam cuitan terakhirnya partai ini mengajak seluruh masyarakat untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi.

Hal serupa dilakukan juga oleh akun Twitter milik Partai Gerindra (@Gerindra). Dalam cuitan terakhirnya menularkan optimisme kepada masyarakat, terkait kemenangan partai di ajang Pemilu 2019.

Akun resmi partai politik lainnya yang terakhir kali juga mengeluarkan cuitan pada dini hari usai debat capres-cawapres, tiga akun di antaranya Partai Amanat Nasional (@Official_PAN), Partai Persatuan Pembangunan (@DPP_PPP), serta pendatang baru Partai Solidaritas Indonesia (@psi_id).

Hal sedikit berbeda, terlihat dalam cuitan terakhir Partai Keadilan Sejahtera (@PKSejahtera) dan Partai Demokrat (@PDemokrat). Isi cuitan terakhirnya merupakan tanggapan atas situasi yang terjadi dalam debat pilpres.

Isi cuitan terakhir dari @PKSejahtera merupakan kutipan ucapan Sandiaga Uno. Sandi menegaskan bahwa dia dan Prabowo tidak akan mengambil gaji sebagai presiden dan wakil presiden jika nanti terpilih.

Adapun isi cuitan terakhir akun @PDemokrat adalah tautan yang berisi pernyataan sikap Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono tentang debat kelima pemilihan presiden.

Dalam pernyataannya tersebut Agus Yudhoyono bereaksi atas pernyataan Prabowo yang dianggap menyindir Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam debat capres, Prabowo memang sempat memaparkan kesalahan pemimpin terdahulu dalam membuat kebijakan ekonomi Indonesia yang salah arah.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menetapkan 14 April – 16 April 2019 sebagai masa tenang pemilu. Harapannya, masyarakat sebagai calon pemilih dapat memanfaatkan periode ini untuk berpikir dengan jernih dalam menentukan pilihan mereka. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya