oleh

Ma’ruf Amin Goyang Basis Prabowo

Tangerang7.com, Tangerang – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menggempur daerah basis calon presiden Prabowo Subianto. Dia tidak ingin kekalahan di sejumlah daerah yang dialami pasangannya, Joko Widodo (Jokowi), saat berkontestasi di Pemilu Presiden 2014, terulang di 2019. Untuk itu, dia intens berkampanye di daerah-daerah tersebut.

Salah satunya di Banten. Berdasarkan data yang diperoleh Tangerang7.com, pada Pemilu Presiden 2014 Jokowi kalah di Banten. Hasil rekapitulasi penghitungan suara di 8 KPU kabupaten/kota se-Banten, Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Radjasa, meraih kemenangan dengan total raihan suara sebanyak 3.282.216 suara atau 56,96 persen. Sementara Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih 2.480.072 suara atau 43,04 persen.

Prabowo unggul di 7 daerah. Sementara Jokowi hanya menang di satu daerah. Rinciannya, untuk Kabupaten Pandelang, Prabowo meraih 352.187 suara (58,91%), sementara Jokowi meraih 245.581 suara (41,09%).

Selanjutnya, untuk Kabupaten Lebak, Prabowo meraih 337.032 suara (53,71%), sedangkan Jokowi meraih 290.457 suara (46,29%).

Di Kabupaten Serang, Prabowo menang mutlak dengan mengumpulkan 473.545 suara (63,97%) atau unggul 27 persen lebih dari Jokowi yang hanya meraih 266.663 suara (36,03%). Demikian pula halnya di Kabupaten Tangerang, Prabowo mengoleksi 878.685 suara (59,16%) dan Jokowi meraih 606.456 suara (40,84%).

Dari 4 kota, Prabowo mendominasi pengumpulan suara di 3 kota, yakni Kota Tangerang, di mana dia meraih 500.587 suara (54,06%), sedangkan Jokowi meraih 425.345 suara (45,94%). Di Kota Cilegon, Prabowo meraih 131.610 suara (61,64%), sementara Jokowi meraih 81.908 suara (38,36%).

Jokowi Cuma Menang di Tangsel

Satu-satunya daerah di Provinsi Banten yang dikuasai Jokowi adalah Kota Tangerang Selatan dengan meraih 352.780 suara (51,70%). Sedangkan Prabowo mengumpulkan 329.596 suara (48,30%).

Berangkat dari hal itu, Ma’ruf Amin intens berkampanye di daerah-daerah yang menjadi basis Prabowo. Sehari usai debat pertama Pilpres 2019 pada 17 Januari lalu, Ma’ruf berkampanye di Kabupaten Tangerang.

Ma’ruf menghadiri acara istigasah dan doa bersama dengan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang, MUI, Ansor, Muslimah NU, para santri, dan warga Kabupaten Tangerang.

“Sejak Gus Dur jadi Presiden, baru sekarang saya diminta jadi calon wakil presiden. Kalau saya jadi, saya harapkan nanti ada orang NU, bukan hanya jadi wakil presiden tapi jadi presiden. Siapa tahu yang nanti jadi presiden dari NU Kabupaten Tangerang,” kata Ma’ruf di lokasi istigasah, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/01/2019), dikutip dari siaran pers.

Ma’ruf ingin menang mutlak dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Banten. Ia menargetkan perolehan suara sebesar 60 persen.

“Minimal 60 persen lah, bisa sampai 70 persen. Makanya saya bilang, kalau tidak sampai segitu, itu memalukan. Oleh karena itu di Tangerang harus menang. Banten harus menang. Orang Tangerang kok kalah di Tangerang. Menang sedikit saja, tidak menang itu. Karena itu di Tangerang harus menang banyak,” kata Ma’ruf.

Ma'ruf Amin - Tangerang7.com
Cawapres Ma’ruf Amin saat menghadiri acara di gedung KNPI Kota Tangerang 18 Januari 2019. (Foto: Rizal Natallion/Tangerang7.com)

Selanjutnya, Ma’ruf juga menemui ratusan santri di gedung DPD KNPI Kota Tangerang, Jumat (18/01/2019) malam. Kedatangan para santri ingin menyaksikan ceramah pengajian yang dibawakan oleh cawapres nomor urut 01 tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, pria asal Kresek, Kabupaten Tangerang ini juga meminta dukungan dan doa kepada masyarakat Kota Tangerang agar dapat menang dalam Pilpres pada April mendatang. Terlebih belum ada tokoh ulama dan santri asal Tangerang yang menjabat sebagai Wapres. “Kalau sampai tidak menang inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Masa cawapresnya orang Tangerang kok kalah. Harus menang mutlak,” ujarnya.

Acara di gedung KNPI Kota Tangerang itu dikemas dalam tajuk ‘Kopdar Sambil Ngaji Bersama Kiai Ma’ruf Amin’. “Santri itu bisa jadi cawapres, buktinya saja saya bisa,” ucapnya.

Tak Cuma Bergantung Cawapres

Menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Abdul Kadir Karding, Sabtu (26/01/2019), tidak hanya Banten yang menjadi target kampanye Ma’ruf. TKN juga tengah menyiapkan kampanyenya di daerah-daerah lain yang dulu di 2014, dikuasai oleh Prabowo. Seperti Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, dan Maluku Utara.

Untuk menguasai daerah-daerah itu, tidak hanya bergantung pada sosok Ma’ruf tetapi juga pada Jokowi, TKN, dan partai-partai politik pengusung Jokowi-Ma’ruf. Sejak Kamis (24/01/2019) sore hingga Sabtu (26/01/2019), Ma’ruf intens berkampanye di Kalimantan Selatan. Dia menghadiri deklarasi dukungan dari Milenial Religius Center, Relawan Santri Borneo, dan Relawan Pengusaha Muda Nasional.

Abdul Kadir Karding optimistis Jokowi-Ma’ruf bisa membalikkan peta politik di daerah-daerah yang dulunya jadi basis Prabowo. Karena dia yakin kinerja yang telah ditunjukkan Jokowi selama menjabat Presiden. Selain itu, karena figur Ma’ruf diterima publik.

Direktur Pusat Kajian Politik FISIP Universitas Indonesia Aditya Perdana mengatakan, kampanye di basis lawan menandakan bahwa kedua kandidat telah memahami peta politik lawan dengan baik. Hal itu dinilainya sebagai hal yang lumrah, bahkan memang seharusnya dilakukan kandidat jika ingin menang pemilu. Namun dia mengingatkan, tim kampanye hendaknya tidak lengah dan melupakan basis kekuatan sendiri saat masuk ke basis lawan. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya