oleh

Marak Toko Berkedok Apotek Jual Obat Keras

Tangerang7.com, Sukadiri – Tiga toko di Kabupaten Tangerang kedapatan menjual obat keras tanpa kewenangan dan sediaan farmasi tanpa izin edar. Dua toko bahkan berkedok apotek. Hal tersebut terungkap saat petugas gabungan dari Kantor BPOM di Kabupaten Tangerang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar razia, Selasa (29/1/2019).

Petugas melakukan penggerebekan di wilayah Kecamatan Rajeg dan Kecamatan Sukadiri. Di Rajeg, ditemukan satu toko obat tidak berizin dan satu sarana mengatasnamakan “Apotek Rajeg”. Sementara di Sukadiri, petugas menemukan satu sarana berkedok “Apotek Yayah”.

Kepala Kantor BPOM di Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan, di toko obat tidak berizin ditemukan obat keras yang kerap disalahgunakan. Terdiri dari 303 pcs tramadol dan 1.055 pcs hexymer. Obat keras biasanya dibeli para remaja tanpa resep untuk kemudian dikonsumsi secara berlebihan.

Sedangkan di sarana berkedok apotek, petugas menemukan obat keras dan obat tanpa izin edar. Adapun barang bukti yang diamankan dari Apotek Rajeg antara lain kurang lebih 150 item obat keras, 3 item obat tradisional tanpa izin edar, serta 22 bungkus obat setelan. Kemudian, petugas mengamankan sekitar 200 item obat keras dan 20 pcs obat tanpa izin edar jenis Pi Kang Shuang saat menggerebek Apotek Yayah.

“Kami bersama dinas kesehatan melakukan penertiban terhadap sarana pelayanan kefarmasian yang tidak memiliki izin sarana dan kewenangan menjual obat keras di wilayah Rajeg dan Sukadiri. Ada tiga sarana yang dirazia, dua di antaranya berkedok apotek,” jelas Wydia kepada Tangerang7.com.

Jenis obat yang dijual yaitu antibiotik, antinyeri, antihipertensi, obat saluran cerna, obat radang, obat pegal, dan sebagainya. “Pemilik apotek tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan, permohonan pengajuan izin apotek pun belum ada ke dinas kesehatan setempat,” tandas Wydia.

Tidak Dapat Menunjukkan Dokumen Perizinan

Sementara itu, staf seksi farmasi dan pengawasan keamanan pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Dude Sadwaludin mengatakan, Apotek Rajeg dan Apotek Yayah melakukan kegiatan farmasi tanpa memiliki keahlian dan kewenangan. Dua sarana tersebut dipastikan ilegal karena penanggung jawab tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan apapun.

Petugas mencopot spanduk bertulis Apotek Rajeg di salah satu toko di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Selasa (29/1/2019). (Foto : Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang)

“Dua sarana itu memasang spanduk bertuliskan apotek, menjual obat keras dan obat tanpa izin edar, serta menjual alat-alat kesehatan intravena,” tutur Dude.

Petugas pun mencopot spanduk bertulis apotek tersebut dan memasang label “sarana sedang dalam pengawasan dinas kesehatan”. Selain itu, pemilik dan penanggung jawab diminta menutup sarana tersebut dan menghentikan kegiatan sebelum memiliki izin operasional.

Untuk diketahui, apotek wajib memiliki izin sebagai apotek, wajib memiliki apoteker sebagai pengelola apotek, serta dibantu asisten apoteker. Sedangkan toko obat wajib memiliki izin sebagai pedagang eceran obat dan memiliki asisten apoteker sebagai penanggung jawab. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya