oleh

Lewat Edaran, Wali Kota Tangerang Perbolehkan Salat Tarawih, tapi Larang Takbir Keliling

Tangerang7.com, Tangerang – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menerbitkan surat edaran Nomor : 180/1208 -Hukum/2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri pada Masa Pandemi Covid-19.

Hal ini menyusul diterbitkannya surat edaran Kementerian Agama RI tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Arief menjelaskan, pelaksanaan salat tarawih dan salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan setiap masjid atau musala.

“Pengurus masjid atau musala dapat mengatur kapasitas jamaah 50 persen dari kapasitas masjid atau musala dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Arief saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (8/4/2021).

Ia menegaskan pengurus masjid atau musala wajib membentuk satgas Covid-19 yang bertanggung jawab dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

“Satgas dapat menginformasikan kepada jamaah bahwa tempat ibadah selalu dilakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan di pintu masuk masjid. Jamaah agar dapat membawa sajadah dan mukena masing-masing serta harus memakai masker dan menjaga jarak,” terang Arief

Arief menjelaskan bahwa buka puasa bersama dapat dilaksanakan sepanjang mematuhi jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta harus mendapatkan izin dari satgas covid-19.

“Untuk sahur on the road, takbir keliling dan kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Salat Idul Fitri, boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pengurus dapat membentuk satgas covid-19.

“Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan prokes yang ketat, tapi jika perkembangan covid-19 mendapat peningkatan maka Salat Idul Fitri dapat ditiadakan,” kata Arief

Ketentuan lainnya, peringatan Nuzulul Quran wajib memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, jumlah jamaah paling bangak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan terbuka. Pedagang kaki lima diperbolehkan berdagang sepanjang mematuhi protokol kesehatan secara lebih ketat.

Vaksinasi pun boleh dilakukan selama bulan Ramadan dengan berpedoman pada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Covid-19 pada saat berpuasa. (t7/adv/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya