oleh

Penetapan Pemenang Lelang Proyek PLTSa Molor

Tangerang7.com, Tangerang – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Kota Tangerang kemungkinan bakal molor. Awalnya, PT Tangerang Nusantara Global (TNG) menjadwalkan pada 6 Maret 2019 sudah ditetapkan pemenang lelang investasi PLTSa tersebut. Namun hingga hari ini, proses lelang yang sudah dilakukan sejak 15 Agustus 2018 itu belum menghasilkan pemenangnya.

Direktur PT TNG Nanang Hermawan mengatakan, proses lelang masih dalam tahap evaluasi dokumen administrasi. Dia berharap akhir Maret 2019 pemenang investasi PLTSa ini sudah bisa ditentukan.

“Belum (ada pemenang). Masih dalam proses evaluasi dokumen administrasi. Mudah-mudahan akhir bulan ini selesai,” kata Nanang kepada Tangerang7.com, Jumat (08/03/2019).

Menurut Nanang, tim panitia lelang sangat berhati-hati menyeleksi perusahaan yang mengikuti lelang tersebut. Ini mengingat nilai investasi yang cukup besar mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

“Kami juga harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim koordinasi PLTSa tingkat Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup perihal kesiapan lahan TPA Rawa Kucing,” katanya.

55 Perusahaan

Berdasarkan data yang diperoleh Tangerang7.com, lelang investasi PLTSa Kota Tangerang diminati 58 perusahaan, baik lokal maupun perusahaan asing. Dari 58 perusahaan yang mendaftar tersebut, ada 55 perusahaan yang mengirimkan dokumen administrasi dan melakukan penawaran biaya.

Di antaranya PT Wijaya Karya Tbk, Emsus Co. Ltd, Posco Energy Co. Ltd, PT PP Energi, Nippon Koei Co. Ltd, Shanghai Electric Group Co. Ltd, PT Bakrie Power, Sumitomo Corporation dan sebagainya.

Panitia Pengadaan PT TNG kemudian melakukan verifikasi dan memutuskan 9 perusahaan lolos verifikasi. Dari 9 perusahaan ini, nantinya akan dilakukan pemeringkatan teknis dan diusulkan tiga besar untuk menjadi pemenangnya.

PLTSa membutuhkan lahan seluas 7,2 hektar. Kemungkinan besar, PLTSa akan dibangun di dua lokasi. Satu di TPA Rawa Kucing untuk pembuatan atau mengolah sampah menjadi bahan bahan baku untuk bahan bakar. Satu lokasi lain untuk tempat pengolahan listrik. Jika beroperasi PLTSa akan mampu menghasilkan 12-20 megawatt dengan perkiraan sampah per hari mencapai 2.000 ton.

Proyek PLTSa ini diluncurkan sejak 2016. Presiden Joko Widodo bahkan sampai menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 pada 12 April 2018 untuk mempercepat pembangunan PLTSa tersebut.

Dari 12 kota di Indonesia yang masuk dalam lokasi pembangunan PLTSa, Kota Tangerang menjadi salah satu kota yang lambat pembangunannya.  Sementara kota lain seperti Kota Bekasi sudah berjalan. Peletakan batu pertama pembangunan PLTSa sudah dilakukan pada 21 Maret 2018 di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya