oleh

Kronologi dan Fakta Narapidana Gantung Diri di Lapas Tangerang

Tangerang7.com, Tangerang – Lembaga Pemuda Kelas IIA Tangerang mendadak gempar. Pada Jumat (16/8/2019) sore, salah seorang narapidana ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Ia adalah Sukarta bin Wowo (60), warga Kampung Pasir Salam, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Jumadi menuturkan kronologi kejadian tersebut. Pukul 14.45 WIB, tepat di Blok F Isolasi Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Sukarta ditemukan tergantung di pintu kamar nomor 3. Ia gantung diri dengan menggunakan sarung dan ember sebagai tempat pijakan.

“Pertama kali diketahui oleh salah satu WBP (warga binaan pemasyarakatan) yang tidak sengaja mengintip melalui cela dinding Blok F Isolasi,” kata Jumadi melalui pesan WhatsApp.

Dia menjelaskan, Sukarta menjalani hukuman berdasarkan vonis hakim Pengadilan Negeri Tangerang. Ia dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana Pasal 338 KUHP. Sukarta menghabisi nyawa Ade Barna pada 3 Oktober 2018 lalu di Pasar Induk Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

“Vonis 7 tahun. Mulai ditahan di Lapas Pemuda Tangerang tanggal 30 November 2018,” ujar Jumadi.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim mengatakan, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara bunuh diri itu. Sejumlah saksi sudah diperiksa. Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah ember warna hitam
dan 1 buah sarung warna hijau kombinasi cokelat.

Abdul menyebutkan, saat personel Unit Reskrim Polsek Tangerang datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara, pada bagian alat kelamin Sukarta ditemukan cairan diduga sperma. Dia menegaskan, polisi tidak menemukan luka akibat dugaan penganiayaan pada tubuh Sukarta.

“Korban dibawa ke RSU Kabupaten Tangerang guna dilakukan visum. Tanda-tanda kekerasan nihil,” kata dia.

Sekadar diketahui, Sukarta mendekam di hotel predeo lantaran menusuk pedagang sayur di Pasar Induk Tanah Tinggi, Ade Barna (48). Akibat luka senjata tajam, Ade seketika tewas. Kasus ini terjadi pada 3 Oktober 2018.

Kala itu, Sukarta mengaku sakit hati dan menaruh dendam kepada Ade. Pasalnya, ia dituduh sebagai pemicu di balik peristiwa Ade tersenggol mobil saat menyeberang jalan saat menuju Pasar Induk Tanah Tinggi. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya