oleh

Kota Tangerang Setuju Instruktur Asing Melatih Guru Lokal

Tangerang7.com, Tangerang – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mewacanakan akan mengundang guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia.

Menurut Puan, saat ini Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa negara untuk mengundang para pengajar, salah satunya dari Jerman.

“Kami ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia,” ujar Puan dalam Musyarawah Perencanaan Pembangunan Nasional Bappenas, di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis 9 Mei 2019 lalu.

Lebih lanjut, Puan mengatakan jika para tenaga pengajar asing tersebut mengalami kendala bahasa, mereka akan diberi fasilitas penerjemah serta perlengkapan alih bahasa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman menilai wacana pemerintah mengimpor guru dari luar negeri adalah keliru.

Menurutnya, guru di Indonesia -termasuk di Kota Tangerang- sudah lebih dari cukup. Hal itu karena pemerintah Kota Tangerang sangat bersemangat sekali untuk terus meningkatkan kualitas guru yang ada.

“Guru-guru kita sudah cukup. Upaya Pemkot untuk meningkatkan kualitas guru juga sangat luar biasa,” kata Abduh, Rabu (15/05/2019).

Namun menurut Abduh, kemungkinan yang akan dilakukan kementerian itu adalah mengundang instruktur untuk melatih para guru yang ada di Indonesia.

“Kalau yang saya baca, idenya Ibu Puan itu tidak berarti dalam pengertian mendatangkan guru yang akan menjadi tenaga pengajar di sekolah. Bahwa yang akan diundang itu adalah instruktur. Jadi, para instruktur itu yang akan melatih para guru,” katanya.

Abduh menggarisbawahi jika memang yang didatangkan dari luar negeri itu ditujukan sebagai instruktur, bisa saja pemerintah daerah menerima. Tetapi jika yang didatangkan itu sebagai guru, dia sangat menyesalkan.

“Kalau datangnya instruktur, kita terima. Tapi kalau datangnya guru, buat apa,” kata Abduh.

Wacana yang digulirkan Kemenko PMK Puan Maharani ini juga menuai kritik dari Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim.

Ia mengatakan jumlah guru di Indonesia sudah mencukupi. Ramli menjelaskan jumlah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan lulusannya terus bertambah setiap tahunnya.

Ia merujuk data Kemendikbud yang menyatakan pada 2013 terdapat 429 LPTK, terdiri dari 46 negeri dan 383 swasta. Total mahasiswa saat itu mencapai 1.440.770 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding 2010 dengan 300 LPTK.

“Dengan jumlah mahasiswa 1,44 juta maka diperkirakan lulusan sarjana kependidikan adalah sekitar 300.000 orang per tahun. Padahal kebutuhan akan guru baru hanya sekitar 40.000 orang per tahun,” ujar Ramli dilansir tirto.id, Minggu (12/05/2019).

Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim juga menilai wacana pemerintah mengundang guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia keliru.

“Menko PMK kurang bijak,” ujar Satriwan. Dia menyampaikan secara nasional kondisi Indonesia tidak kekurangan guru.

“Bahkan menurut data, kita sudah oversupplai guru dari sekitar 3,2 juta guru di berbagai tingkatan yang mengajar saat ini,” katanya. (odo/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya