oleh

Korban Gusuran JORR II Minta Dibayar Rp6,5 Juta per Meter

Tangerang7.com, Benda – Warga terdampak gusuran lahan proyek tol JORR II Cengkareng-Batuceper-Kunciran berunjuk rasa di kantor Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (17/06/2019). Mereka menuntut Pemerintah Kota Tangerang untuk menyelesaikan persoalan yang dialami warga.

Dalam unjuk rasanya, warga mengaku merasa dirugikan dengan adanya pembangunan proyek nasional yang melintas di Kecamatan Benda. Sebab, biaya pembebasan lahan ganti ruginya tidak sesuai dengan harapan.

Warga menginginkan harga per meter persegi tanah sebesar Rp6,5 juta. Tapi hanya dibayar Rp2,6 juta per meter persegi.

Seorang warga lainnya, mengaku keluarganya mengalami gangguan jiwa akibat proyek tol yang berdampak pada pembebasan lahan ini. “Suami saya sampai stres gara-gara kena gusur,” ucap seorang perempuan warga Kelurahan Jurumudi.

Para warga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah ganti rugi pembebasan lahan. Selain menuntut harga pembebasan lahan, warga juga meminta pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan mencarikan solusi terhadap permasalah ini, serta menindak tegas oknum yang melakukan pungutan liar terhadap warga terdampak.

Camat Benda Teddy Rustendi mengatakan, bahwa persoalan ini sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu. Terdapat 68 bidang tanah terdampak proyek tol yang masuk dalam proses pengadilan. Namun, 27 bidang tanah diantaranya terkendala. “Jadi dari 68 bidang, sisa 27 bidang yang masih terkendala,” ujarnya.

Teddy menyayangkan sikap warga yang sebelumnya tidak pernah berkomunikasi dengan pihaknya. Namun, setelah warga kalah dalam persidangan malah mengadukan nasibnya ini.

Kendati begitu, Teddy mengaku siap memfasilitasi warga. Namun tidak dapat membantu lebih jauh terkait permasalahan ini, karena merupakan kewenangan tim jasa penilai aset atau appraisal. (odo/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya