oleh

Konvoi dengan Mobil Pribadi, Warga Ajukan Tuntutan ke Paramount

Tangerang7.com, Kelapadua – Warga cluster dan ruko Paramount yang tergabung dalam Paguyuban Warga Lintas Cluster dan Ruko Paramount (Pawal Clup) menggelar aksi unjuk rasa di gedung Paramount Land, Kecamatan Kelapadua, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2020).

Dengan menggunakan kendaraan pribadi berbalut spanduk tuntutan, mereka konvoi dari clusternya masing-masing dan berkumpul di Cluster Alicante. Mereka tiba di lokasi gedung Paramount Land sekira pukul 11.00 WIB.

Puluhan aparat keamanan, seperti keamanan internal/satpam, polisi, dan TNI terlihat menjaga sekitar gedung dengan membuat barisan. Bahkan, Kapolsek Kelapadua AKP Febri Nurzam juga terlihat di lokasi. Orang nomor satu di jajaran Polsek Kelapadua ini terlihat sibuk bolak-balik.

Ia terlihat akrab dan luwes berkomunikasi dengan pengunjuk rasa. Salam komando ‘covid’ dengan membenturkan lengan tangan ke pengunjuk rasa, beberapa kali ia lakukan.

Setibanya di lokasi dan turun dari kendaraan, pendemo sempat bersitegang dengan aparat. Pengunjuk rasa dianggap mengganggu lalu lintas dan ketertiban sekitar. Aparat meminta kendaraan jangan terparkir sembarangan. Keinginan warga untuk parkir di lahan gedung, tak diizinkan. Akhirnya puluhan kendaraan pengunjuk rasa terparkir di sisi median jalan.

Saat itu, pihak Paramount enggan menerima kedatangan mereka. Dengan menggunakan pengeras suara, petugas Paramount beralasan enggan menerima pendemo karena saat ini sedang pandemi covid-19. Negosiasi untuk perwakilan pun hingga pukul 12.30 WIB menemui jalan buntu.

Pihak Paramount hanya mengizinkan dua perwakilan. Sedangkan pihak pengunjuk rasa meminta perwakilan satu orang per cluster atau minimal lima orang. Itu pun dengan syarat, mereka ingin agar pertemuan menghasilkan kesepakatan dengan memenuhi tuntutan.

Koordinator Pawal Clup Stefanus mengatakan, persoalan ini berlarut-larut. Mereka sudah melakukan aksi ini kedua kalinya. Tak ada titik temu.

“Tak ada itikad baik. Kami ingin bertemu untuk menyampaikan tuntutan ini. Tuntutan kami ini antara lain agar IPKL jangan dinaikkan dan gaji satpam jangan dikurangi. Kok IPKL naik, gaji satpam berkurang,” katanya.

Adapun tuntutan yang dimaksud adalah turunkan 50 persen iuran pemeliharaan dan keamanan lingkunhan (IPKL) ruko, menolak kenaikan IPKL cluster hunian, menolak pengurangan gaji satpam, patuhi standar layanan dalam MoU, audit fasos fasum sebelum serah terima, dan segera bentuk RT dan RW di semua cluster hunian.

Hingga pukul 12.35 WIB, pengunjuk rasa bertahan di seberang gedung menunggu jawaban dari pihak Paramount. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya