oleh

Kontroversi Pemecatan Kepala SMP Arrahman

Tangerang7.com, Neglasari – Yudiati (53) harus menelan pil pahit lantaran dipecat sebagai Kepala SMP Arrahman. Padahal, ia baru beberapa bulan memimpin sekolah swasta di Jalan dr Sitanala, Karang Sari, Neglasari, Kota Tangerang itu.

Beredar kabar jika Yudiati diberhentikan dengan tidak hormat gegara memperketat pengawasan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) di lingkungan pendidikan tersebut.

Yudiati mengaku, selama menjadi kepala sekolah, ia tiap hari meminta laporan dana BOS dan BOP kepada bendahara sekolah. Namun, permintaan itu kerap tidak mendapat respons positif dari Bendahara SMP Arrahman Rini Marini.

Adapun pemecatan Yudiati tidak dilakukan secara formal. Di mana, pihak yayasan mengirimkan surat keputusan pemecatan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp.

“Saya secara baik-baik meminta laporan dana BOS kepada bendahara sekolah, tapi jawab bendahara ‘itu sudah kebijakan yayasan, tidak bisa setiap hari dilaporkan’. Saya dikirimkan surat keputusan pemecatan oleh pihak sekolah melalui WA,” kata Yudiati kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Hal berbeda disampaikan Rini Marini. Bendahara SMP Arrahman ini membantah jika pemecatan Yudiati karena persoalan dana BOS dan BOP.

“Benar, ibu Yudiati diberhentikan. Bukan karena dana BOS, tetapi karena ada permasalahan lain di luar itu,” ujar Rini.

Menurut Rini, pemberhentian Yudiati sebagai Kepala SMP Arrahman bukan dengan tidak hormat, tetapi telah melalui tahapan perundingan oleh Badan Pengurus Harian Yayasan Arrahman. Bahkan, Yudiati turut hadir dalam perundingan dimaksud.

“Kita kan ada perundingan terlebih dahulu oleh pengurus harian yayasan, ibu Yudiarti juga ikut,” tandas dia.

Disdik Kota Tangerang Memediasikan

Dinas Pendidikan Kota Tangerang pun melakukan penyelidikan atas kasus pemecatan Kepala SMP Arrahman, terlebih karena dikait-kaitkan dengan pengelolaan dana BOS dan BOP. Tim dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang mendatangi SMP Arrahman pada Selasa (22/10/2019). Alhasil, tidak ditemukan indikasi penyelewengan.

“Sudah saya periksa, semua pelaporan dana BOS yang dilakukan oleh pihak yayasan semuanya sudah sesuai aturan yang ditentukan,” kata Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidkan Kota Tangerang Eni Nurhaeni, Rabu (23/10/2019).

Eni menyebutkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Tangerang sudah memediasikan permasalahan antara Yudiati dan pengurus Yayasan Arrahman. “Adapun terkait pemberhentian itu merupakan kebijakan yayasan, bukan kebijakan dinas,” pungkas Eni. (fdy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya