oleh

Konflik Berakhir Damai, Yasonna Anggap Arief Sebagai Adik

Tangerang7.com, Tangerang – Kementerian Dalam Negeri berhasil memediasikan konflik antara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly dan Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah. Kedua belah pihak sepakat berdamai. Sindir-menyindir dan saling lapor ke polisi tak lagi berlanjut.

Laporan di Polres Metro Tangerang Kota pun dicabut. Wali Kota Tangerang mencabut laporan lebih awal atau tidak lama setelah ada kesepakatan damai di Jakarta, Kamis (18/7/2019). Berkas laporan dicabut oleh Kasubbag Bantuan Hukum Pemerintah Kota Tangerang Budi Eko.

Sementara Menkumham resmi mencabut laporan di Polres Metro Tangerang Kota pada Jumat (19/7/2019). Laporan itu terkait tuduhan penggunaan lahan Kemenkumham tanpa izin oleh Pemkot Tangerang. Laporan dicabut oleh Kabiro Humas, Hukum, dan Kerja Sama Kemenkumham Bambang Wiyono.

Dilansir Tribunnews.com, Yasonna menyebut konflik lahan itu hanya sebatas perbedaan pendapat antara kakak dan adik saja.

“Perbedaan pendapat antara kami dengan Pemkot Tangerang sudah selesai, kemarin Kemendagri mengundang kami untuk mendengar perbedaan pendapat mengenai fasilitas Kemenkumham yang dibangun di Kota Tangerang. Ini hanya perbedaan pendapat antara kakak dan adik saja,” kata Yasonna.

Dia menjelaskan, sejumlah layanan publik seperti air, listrik, drainase, dan sampah yang sempat dihentikan akibat konflik itu sudah kembali normal. Yasonna menyatakan siap berkoordinasi secara lebih intensif bersama Pemkot Tangerang dan Gubernur Banten untuk menyelesaikan masalah yang belum tuntas.

“Sebelumnya kan memang ada kesepakatan tanggal 22 November 2018 agar Pemkot Tangerang menyelesaikan administrasi proses hibah kepada kami yang ada beberapa item. Beberapa belum diproses dan besok akan ada pertemuan dengan gubernur untuk fasilitasi masalah ini. Jadi kadang-kadang ada adik yang salah persepsi soal ini, kita sama-sama koreksi,” pungkas Yasonna.

Perselisihan antara Wali Kota Tangerang dan Menkumham terkait dengan izin pembangunan di lahan milik Kemenkumham di Kota Tangerang.

Yasonna menyindir Arief soal perizinan pembangunan di lahan milik Kemenkumham yang tak kunjung terbit. Sindiran itu diungkapkan saat peresmian Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Pemkot Tangerang menuding pembangunan gedung saat itu tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Arief juga disindir karena mewacanakan lahan Kemenkumham sebagai lahan pertanian.

Karena sindiran itu, Arief memutuskan tidak akan memberikan pelayanan di atas lahan Kemenkumham, tepatnya perkantoran di Kompleks Kehakiman dan Kompleks Pengayoman. Pelayanan tersebut mencakup penerangan jalan umum, perbaikan drainase, dan pengangkutan sampah. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya