oleh

Kisah Perwira Polisi Usut Kasus Kriminal

Sinopsis Film Hanya Manusia

Tangerang7.com, Panongan – Film tentang polisi bertajuk “Hanya Manusia” telah tayang di bioskop-bioskop tanah air sejak Kamis (7/11/2019). Film produksi Divisi Humas Mabes Polri ini merupakan karya sutradara Tepan Kobain.

Adapun penulis naskah film Hanya Manusia terdiri dari Rebecca M Bath, Monty Tiwa, dan Putri Hermansjah. Film berdurasi 91 menit itu merupakan debut Tepan Kobain sebagai sutradara film layar lebar.

Dirangkum Tangerang7.com, Jumat (8/11/2019), Hanya Manusia berkisah tentang Prisia Nasution alias Annisa. Di mana, Annisa adalah seorang perwira polisi dan baru saja pindah tugas ke Jakarta Utara.

Ia harus berbagi waktu antara tugas dan keluarga. Sementara itu, wilayah Jakarta sedang diteror kasus penculikan anak di bawah umur. Bahkan, beberapa korban ditemukan telah menjadi mayat.

Annisa bertugas di Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara. Ia mendapat tugas untuk mengusut kasus penculikan anak di bawah umur tersebut. Selalu ada korban tiap hari.

Belum selesai masalah penculikan, tiap hari Anissa juga mendapat tekanan dari hal-hal lain seperti rekan kerja. Saat kasus makin rumit, bukannya datang titik terang, adik semata wayang dan sangat disayangi Annisa justru menjadi korban penculikan.

Selain dibintangi Prisia Nasution, film Hanya Manusia juga dimainkan oleh Yama Carlos (Kompol Angga), Lian Firman (Iptu Aryo), Shenina Cinnamon (Dinda), Verdi Solaiman, Tegar Satrya, Soleh Solihun, Fuad Idris, Nagra Kautsar, Egi Fedly, dan Windy Apsari.

Wakapolresta Tangerang Ajak Pelajar Nobar

Pada Kamis (7/11/2019) petang, Wakapolresta Tangerang AKBP Dedy Tabrani menggelar nonton bareng atau nobar film Hanya Manusia, di CGV Eco Plaza, Panongan, Kabupaten Tangerang. Orang nomor dua di Polresta Tangerang ini nobar dengan kalangan pelajar dan warga sipil.

Dedy mengatakan, film Hanya Manusia berada di bawah naungan Divisi Humas Mabes Polri. “Melalui film ini, masyarakat dapat mendapat gambaran tentang kerja-kerja polisi,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, Hanya Manusia menggambarkan bahwa sejatinya polisi adalah manusia biasa. Film tersebut ingin menunjukkan jika sebagai manusia biasa, polisi juga kadang berada pada titik konflik batin antara tugas dan keluarga.

“Polisi itu hanya manusia. Sama dengan masyarakat lain. Bedanya salah satu tugas polisi adalah menjaga dan melayani masyarakat,” ujar Dedy.

Dia menyebutkan, tema utama film Hanya Manusia adalah tentang perdagangan manusia atau human trafficking. Melalui film itu, ingin disampaikan pesan agar semua lapisan masyarakat melawan kejahatan perdagangan manusia. Sebab kejahatan tersebut dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja.

“Mudah-mudahan dengan film ini masyarakat dapat mewaspadai kejahatan dalam hal ini kejahatan perdagangan manusia, serta dapat semakin mendalami bahwa polisi itu hanya manusia sehingga dapat memperkuat ikatan humanis dengan masyarakat,” pungkas Dedy. (rls/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya