oleh

Kiai Asal Kresek; Sudah Nyaman di PBNU, Hijrah Jadi Cawapres

Tangerang7.com, Tangerang – Lahir pada 11 Maret 1943, di Kampung Cideng, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Ayahnya bernama Buya Mohamad Amin. Dia terlahir di lingkungan ulama.

Adalah KH Ma’ruf Amin. Semasa kecil dia tinggal di kampung ibunya, Desa Kresek. Ma’ruf kali pertama mengenyam pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Kresek. Setelah lulus, dia kemudian masuk di salah satu pondok pesantren.

Dirangkum Tangerang7.com, Senin (4/2/2019), keluarga besar Ma’ruf berada di Kampung Seupang, Desa Koper, Kecamatan Kresek. Desa Koper tidak begitu jauh dari kampung mendiang ibu. Meskipun tak terlalu lama tinggal di Kresek, namun sosok Ma’ruf sangat dikagumi.

Tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memupuk kehidupan sosial. Setelah ibunya wafat, Ma’ruf menetap di Desa Koper. Beberapa waktu kemudian dia masuk pondok pesantren di Jawa Timur.

Setelah keluar dari asrama santri, Ma’ruf menikahi Siti Huriyah dan memilih menetap di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Berkat pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai delapan orang anak. Antara lain Siti Ma’rifah, Siti Mamduhah, Siti Najihah, Siti Nur Azizah, Ahmad Syauqi, Ahmad Muayyad, Siti Hannah, dan Siti Haniatunnisa.

Selain sebagai ulama, Ma’ruf juga merupakan politisi Indonesia. Sejak Agustus 2015, dia menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dia memiliki pengalaman yang panjang di jabatan publik. Di mana 7 tahun sebagai Anggota Dewan Presiden (2007-2014) dan pengalaman legislatif dari tahun 1971 hingga 1999. Ma’ruf juga aktif di organisasi kemasyarakatan sejak tahun 1964.

Terakhir, dia merupakan anggota Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya. BPIP sendiri diketuai Megawati Soekarnoputri.

Pada 9 Agustus 2018, Ma’ruf diumumkan sebagai calon Wakil Presiden Indonesia pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, mendampingi petahana Joko Widodo. Pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf bertarung dengan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno untuk memperebutkan suara terbanyak pada Pilpres 17 April mendatang.

Kunjungan ke Ponpes Al-Itqon

Mengutip detik.com, Senin (4/2/2019), Ma’ruf berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang. Dalam kunjungannya tersebut, dia sempat bercerita soal tanggapannya menjadi pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019.

Sambutan Ma’ruf diawali tentang tugas NU yang memiliki tanggung jawab keagamaan dan kenegaraan. Sedangkan para ulama NU juga punya tugas lainnya yaitu menyiapkan kader penerus. “Ulama punya tugas ganda, menyiapkan kader, melanjutkan,” ujar Ma’ruf.

Dia bercerita banyak soal sejarah NU dan memberikan imbauan agar para kader siap menghadapi upaya menggerus NU di Indonesia.

Kemudian, dia bercerita terkait sebelum diajak menjadi Cawapres. Ma’ruf mengaku sudah merasa nyaman dengan posisinya sebagai Ketua MUI dan Rais Aam PBNU.

“Padahal, Rais Aam PBNU, Ketua MUI, saya nyaman di situ, habitat saya di situ. Calon Wakil Presiden itu namanya hijrah dari jalur kultural ke struktural, walau isinya sama, menjaga agama dan menjaga negara. Jalurnya saja yang beda,” tandas Ma’ruf.

Dia menegaskan tidak ada paksaan maju sebagai Cawapres, tetapi NU menawarkan pendamping ke Jokowi. Ada beberapa nama lain yaitu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, dan dari profesional yaitu Mahfudz MD.

“Ada Rais Aam Ma’ruf Amin, Pak Jokowi milih saya. Kita sepakat siapapun yang dipilih kita dukung all out. Ini penghargaan untuk NU, masih diperhitungkan,” pungkas Ma’ruf.

Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al-Itqon Semarang, Ma’ruf didampingi Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh, Syuriah PBNU KH Said Asrori, pengasuh Ponpes Al-Itqon Semarang KH Haris Shodaqoh, dan Katib Syuriah PBNU KH Taufiqurohman. (t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya