oleh

Khawatirkan Dampak Virus Corona, Anggota DPR Zulfikar Usul Task Force Corona

Tangerang7.com, Tangerang – Anggota DPR RI asal Partai Demokrat Zulfikar Hamonangan khawatirkan wabah virus corona berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.

Zulfikar menilai, virus ini, baik langsung atau tidak langsung mengakibatkan ekonomi kita bergejolak.

“Sejak virus itu mewabah pada awal tahun, bursa saham jatuh. Index jatuh hingga di 5600, investor lari, default perusahaan asuransi, kredit macet, berhentinya aktivitas industri karena kelangkaan bahan baku dari China,” kata anggota DPR RI dapil Banten tiga ini, Senin (2/3/2020).

Selain itu, terjadi juga PHK besar-besaran di dunia industri, banyaknya jadwal maskapai penerbangan yang tertahan, bisnis pariwisata terpukul dan yang terkini dimasukkannya Indonesia dalam kelompok negara rawan wabah virus ini oleh Arab Saudi.

“Jamaah umrah asal Indonesia gagal berangkat. Semua ini berakibat kekalutan. Kurs rupiah jatuh dari Rp 13.600 menjadi Rp 14.300 per dollar,” katanya.

Bahkan, Zulfikar menginformasikan, sejak virus corona merebak Januari 2020 sampai 27 Februari 2020, SBN (surat berharga negara-red) yang dilepas investor asing luar biasa besar, sehingga Bank Indonesia membeli SBN di pasar sekunder mencapai Rp 100 triliun.

Selama beberapa hari, saham seluruh dunia jatuh lebih dari 12 persen dan ini adalah salah satu penurunan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Bursa saham adalah indikator utama perekonomian dunia dan sudah ada tanda akan terjadi kejatuhan ekonomi global akibat virus ini.

“Penyebaran virus ini sudah berdampak pada gejolak perekonomian dan tentu saja berdampak buruk juga untuk ekonomi negara kita. Termasuk pengaruhnya sangat terasa di sektor pariwisata,” ujar Zulfikar.

Baginya, dampak virus corona harus disikapi pemerintah Indonesia dengan serius. Untuk antisipasi dini agar virus tidak masuk dan menyebar, perlu manajemen ketat di setiap titik bandara dan pelabuhan. Pemeriksaan kesehatan di bandara dan pelabuhan internasional menjadi keharusan sebagai deteksi dini pencegahan.

Kata Zulfikar, persoalan virus corona bukan semata ranah Kementerian Kesehatan saja. Tapi juga harus melibatkan lintas instansi.

Menyikapi persoalan ini, Zulfikar mengusulkan terbentuknya Task Force Virus Corona yang melibatkan semua instansi. Mulai Kemenkes, Kemenkominfo, Kemenlu, TNI, Polri, dan lainnya.

Task Force adalah satuan tugas yang dibentuk untuk mengerjakan tugas tertentu atau khusus. Tugas dari task force virus corona ini, antara lain fokus mengawal dan memastikan keberadaan virus corona, sehinggga antisipasi bisa berjalan dengan baik.

“Task force perlu dibentuk agar langkah-langkah terkait dengan virus corona bisa segera dicari penyelesaian secara komprehensif, aehingga dari hambatan dan permasalahan yang dihadapi bisa dicarikan solusi dengan tepat dan cermat agar ekonomi kita kembali normal,” ujar anggota DPR yang dikenal pandai bergaul ini.

Seperti diketahui, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengumumkan status darurat global akibat virus corona. Ini merupakan peringatan keras bagi dunia. Ada 45 negara yang sudah terwabah virus ini. Termasuk Indonesia. Disetopnya sementara pemberangkatan jamaah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi diduga kuat terkait menyebarnya virus ini di Indonesia. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *