oleh

Ketua Umum Partai Demokrat Silaturahmi dengan Ketua PBNU

Tangerang7.com, Jakarta – Pertemuan dua tokoh nasional terjadi di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Mereka adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Pertemuan pemimpin partai politik dan pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia ini dijembatani Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) DPP PD Zulfikar Hamonangan SH, Deputi Ormas BPJK, dan Kepala Departemen Agama dan Sosial DPP PD RA Munawar Fuad Noeh.

Saat berkunjung ke kantor PBNU, AHY yang didampingi Sekjen DPP PD Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum DPP PD Renville Antonio, Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) DPP PD Zulfikar Hamonangan, dan lainnya disambut hangat Said Aqil Siradj.

Hadir juga unsur pimpinan PBNU, antara lain KH Abdul Manan Ghani (Ketua PBNU Bidang Dakwah dan Masjid), H Robikin Emhas (Ketua PBNU Bidang Hukum dan Perundang-Undangan), H Ishfah Abidal Aziz (Wakil Sekjen), dan Arif Marbun (Sekretaris Lembaga Perekonomian NU).

AHY mengatakan, kedatangan dirinya menemui Said Aqil untuk melangsungkan silaturahmi sekaligus membahas isu-isu terkini. Mulai dari ideologi bangsa hingga dampak pandemi covid-19.

Setelah berbincang kurang lebih satu jam, AHY berpendapat antara NU dan Partai Demokrat memiliki kesamaan pandang.

“Kami melihat NU selalu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan umat Islam di Indonesia ini, tentu dengan ideologi yang jelas dan diterima semua, berada di tengah secara moderat,” kata AHY.

Terkait aspek politik, AHY mengatakan bahwa posisi Partai Demokrat yang berada di tengah memiliki keinginan untuk merangkul semua pihak.
“Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini bisa kami terus rajut karena tujuan besarnya sama untuk utuhnya NKRI, untuk semakin lestarinya Islam tapi juga budaya Indonesia yang tidak tercabut dari akarnya,” katanya.

BACA JUGA:  Spanduk Berisi Berantas Maksiat di Medang Lestari Diturunkan Aparat

Kata AHY, Partai Demokrat membuka pintu jika NU akan ‘mewakafkan’ anggotanya untuk bergabung di Partai Demokrat, seperti yang baru saja dilakukan kaum muslimat NU di Surabaya, yang berbondong-bondong masuk menjadi kader PD.

Secara khusus, ia begitu mengapresiasi NU yang secara konstruktif memberikan kritik dan pandangan dalam mengawal dan mengawasi proses politik legislasi di parlemen.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengungkapkan, budaya yang mulia memang penting bagi martabat suatu bangsa.

“NU sangat terbuka untuk Partai Demokrat. Ada jalinan historis juga yang baik antara Partai Demokrat dan NU, terutama saat era pemerintahan SBY,” kata Said.

Dalam kesempatan itu, Said mempersilakan Ketua Umum Partai Demokrat AHY untuk mendekati dan merayu warga NU dengan caranya.

Dikatakan Said, NU akan terus menjaga Pancasila dan meletakkan landasan Islam dalam struktur budaya Indonesia yang beranekaragam, sejak zaman Walisongo. “Kalau budayanya tidak melanggar agama, NU akan mendukung tradisi dan kelestarian budaya nusantara itu,” ujarnya.

Kata Said, sebuah bangsa bisa terhormat bermartabat kalau mempunyai budaya mulia. Ketika budayanya ambruk hancurlah martabat bangsa. “Dan kami terbuka. Saya mempersilakan warga NU. Jadi, pandai-pandailah Partai Demokrat merayu warga NU,” ujar Said.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara (Gema Santri Nusa) Akhmad Khambali menilai, silaturrahim yang dilakukan AHY ke pimpinan NU dan warga NU sangat tepat. Karena NU ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana sepanjang untuk kepentingan bangsa dan negara serta keutuhan NKRI.

“Rajutlah silaturrahim. Sebab, NU bukan milik satu dua parpol. Namun, milik semua anak bangsa yang berhaluan ahlu sunnah wal jamaah,” ujar Khambali.

Acara yang diwarnai suasana akrab ini dilanjutkan dengan diskusi ringan. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya