oleh

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tangerang Minta Disnaker Fasilitasi Hak Pekerja

Tangerang7.com, Rajeg – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud, S.Sos meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang bisa memfasilitasi hak buruh yang dilanggar manajemen perusahaan.

Amud menyampaikan hal tersebut, saat menerima kunjungan warga Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Leni Apriyanti, di Pondok Aspirasi Partai Golkar, Sabtu (20/3/2021).

Kedatangan Leni Apriyanti ke Pondok Aspirasi Partai Golkar Kabupaten Tangerang untuk mengadukan perlakuan perusahaan terhadap suaminya, Andi Juandi (53) yang bekerja sebagai sekuriti di CV Metro Inti Prima, Jalan Karet III Nomor 18, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan.

Suaminya telah bekerja selama 10 tahun sebagai sekuriti. Lalu karena sakit suaminya meninggal dunia.

“Kami hanya menerima santunan satu juta rupiah dari perusahaan. Kami berharap ada kebijakan yang pantas dari perusahaan. Suami saya kan sudah cukup lama bekerja, hanya itu yangvsaya harapkan dari perusahaan,” kata ibu dua anak ini.

Dirinya telah berkirim surat kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang dan DPRD Kabupaten Tangerang untuk dibantu masalah ini. “Mohon dibantu pak, agar ada kebijakan yang layak buat kami,” kata Leni memohon.

Sementara itu, Amud mengatakan, dirinya akan mengawal keluhan warganya agar mendapatkan hak yang layak dari perusahaan. “Suratnya kan sudah dikirim ke Disnaker dan DPRD. Saya akan kawal masalah ini sampai tuntas.” kata anggota Dewan yang pernah berprofesi jurnalis ini.

Ia berharap agar Disnaker Kabupaten Tangerang bisa memfasilitasi hak buruh yang tidak diberikan secara layak oleh perusahaan. “Kalau sudah sepuluh tahun bekerja, dan pekerjanya meninggal dunia, tentunya hak yang layak harus diberikan kepada pekerja. Kalau hanya satu juta rupiah rasanya kurang pas.” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini.

Amud menegaskan, pihak keluarga hanya meminta kebijakan yang layak dari perusahaan. “Permohonannya kan tidak berat. Hanya minta kebijakan yang layak. Mudah-mudahan perusahaan mau mengabulkannya, apalagi almarhum merupakan tulang punggung bagi keluarga. Sekarang istrinya harus menghidupi kedua anaknya. Ini sangat memprihatinkan. Saya hanya bicara nurani saja, kalau sudah 10 tahun bekerja dan saat meninggal dunia hanya diberikan santunan satu juta rupiah rasanya tidak elok,” kata anggota DPRD asal Dapil IV ini.

Menurut Amud, Disnaker dan Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang harus segera memanggil pihak perusahaan untuk memediasi keluhan warga. “Masalah ini tidak bisa dibiarkan. Harus segera difasilitasi Disnaker dan DPRD. ” tandasnya.

Kata Amud, sejak dirinya membuka Pondok Aspirasi banyak sekali masyarakat yang berkeluh kesah. “Banyak keluhan masyarakat dan aspirasi yang disampaikan lewat Pondok Kader Partai Golkar Kabupaten Tangerang. Semuanya kita tampung dan didiskusikan untuk mencari jalan keluarnya.” pungkasnya. (t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya