oleh

Ketika Residivis Perampokan Beraksi di Dua Negara

Dari hasil penelusuran, terungkap jika satu hari sebelum beraksi di toko emas, pelaku merampok di SPBU Kampung Gelebeg. Saat di SPBU, pelaku keluar dari mobil kemudian menghampiri karyawan SPBU bernama Ferri Abdullah. Salah satu pelaku menodongkan benda berbentuk senjata api, lalu mengambil paksa tas pinggang yang dikenakan Ferri.

“Di dalam tas itu berisi uang sebesar Rp 4.693.000. Setelah itu, para pelaku melarikan diri dengan mobil ke arah Tol Merak,” tutur Sabilul.

Keesokan harinya, kedua pelaku kembali ke wilayah Balaraja. Keduanya menyatroni Toko Emas Permata. Usai merampok di Toko Emas Permata, pelaku melarikan diri ke Gerbang Tol Karawaci. Di daerah Karawaci, pelaku membuang baki emas, dudukan gelang, serta senjata api replika yang ternyata korek gas.

BACA JUGA:  Dua Pekan Berlalu, Perampokan Toko Emas di Balaraja Belum Terungkap

Setelah membuang berbagai barang bukti, pelaku mengganti kaca mobil di Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Sebab, kaca belakang mobil yang dikendarai pecah akibat lemparan batu dari warga.

Sabilul menyebutkan, kendaaraan yang digunakan pelaku akhirnya teridentifikasi, yakni milik rental mobil di Jakarta Utara. Dari keterangan pemilik rental diperoleh identitas MNFR dan MNI. Keterangan itu diperkuat foto salah satu penyewa mobil yang diambil oleh pemilik rental. Dua pelaku merupakan warga negara Malaysia.

“Wajah dan postur tubuh pada foto itu identik dengan foto pelaku yang terekam CCTV SPBU dan toko emas,” kata Sabilul.

Polresta Tangerang kemudian berkoordinasi dengan PDRM, yakni dengan Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Pahang Datuk Othman Nayan dan Divhubinter Atase Polri Malaysia Kombes Pol Chaidir. Koordinasi itu membuahkan hasil karena tim dari Polresta Tangerang diperkenankan memeriksa kedua pria itu.

Tim dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung, bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/7/2019). Hasil interogasi kepada MNFR dan MNI, keduanya mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan di SPBU dan di toko emas di Balaraja.

“Selain pengakuan, kami juga mencocokkan barang bukti, keterangan saksi, dan profil keduanya, hasilnya identik,” tandas Sabilul.

Usai beraksi di Indonesia, MNFR dan MNI bergegas kembali ke Malaysia. Menurut pengakuan keduanya, emas hasil rampokan di Balaraja dibawa ke Malaysia. Namun, kata Sabilul, keduanya masih menutupi keberadaan barang bukti emas itu.

“Meski ada keterbatasan aturan negara setempat, namun kami masih terus cari barang bukti emas itu,” ucap Sabilul.

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya