oleh

Ketika Residivis Perampokan Beraksi di Dua Negara

Adapun kedua pelaku kini masih ditahan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Pasalnya, setelah beraksi di Indonesia dan kembali ke Malaysia, MNFR dan MNI melakukan perampokan di negeri jiran itu.

Sabilul mengatakan, MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia. Ia pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur. MNI pun menjalani hukuman penjara dan bebas pada 3 Juni 2019.

Tak lama setelah menghirup udara segar, MNI bukannya bertobat namun lagi-lagi melakukan tindak kejahatan.

Berawal saat MNFR memiliki keinginan bekerja di Jepang. Meskipun berasal dari keluarga berkecukupan, namun ia tidak memiliki cukup uang untuk bertolak ke negeri sakura. MNFR kemudian merencanakan melakukan perampokan toko emas.

“Untuk memuluskan niatnya, MNFR mempelajari ihwal perampokan toko emas melalui video di kanal YouTube,” kata Sabilul saat konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Tigaraksa, Kamis (11/7/2019).

MNFR kemudian menceritakan niatnya kepada temannya berinisial MS. Oleh MS, ia dikenalkan kepada MNI. Setelah berdiskusi, MNI sepakat mengikuti MNFR merampok toko emas asalkan segala biaya perjalanan ditanggung oleh MNFR.

“MNFR mengaku tidak memiliki alasan spesifik kenapa beraksi di Indonesia. Dia hanya mengatakan hobi berjalan-jalan. Adapun motifnya, karena ingin menambah biaya perjalanan ke Jepang,” ujar Sabilul.

Begitu tiba di Indonesia, kedua orang itu memutuskan untuk merental mobil di Jakarta Utara. MNFR dan MNI mengaku tidak memiliki pemandu di Indonesia. Keduanya dapat mengetahui lokasi dengan mempelajarinya melalui aplikasi Waze dan aplikasi Google Street View.

Berkat dua aplikasi itu, MNFR dan MNI mengaku dapat memonitor lokasi strategis termasuk menentukan target perampokan. Sebelum masuk ke Kabupaten Tangerang, kedua penjahat tersebut sempat berniat beraksi di Kota Serang. Namun, niat jahat itu urung lantaran jalan dinilai sempit dan keadaan sekitar ramai.

Akhirnya, MNFR dan MNI melakukan perampokan di SPBU 34.15606, Kampung Gelebeg, Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, Jumat (14/6/2019) pukul 17.55 WIB. Pelaku mengambil paksa tas pinggang yang dikenakan salah satu karyawan SPBU tersebut. Total kerugian Rp 4.693.000.

Lalu, kedua pelaku menyatroni Toko Emas Permata di Jalan Raya Serang, Kampung Cariu, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Sabtu (15/6/2019). Emas dengan berat 6 kilogram berhasil dibawa kabur. Benda berharga tersebut memiliki nilai jual Rp1,6 miliar.

Aksi MNFR dan MNI pun viral di media sosial. Rekaman CCTV saat keduanya beraksi di toko emas beredar luas di jagat maya. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan cek dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sabilul menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan para saksi, polisi bergerak dimulai dari penyelidikan status kepemilikan kendaraan yang digunakan terduga pelaku. Polisi mengumpulkan berbagai keterangan dan informasi sekecil apa pun.

Segala keterangan, bukti-bukti petunjuk, serta hasil olah TKP, dihimpun dan dianalisa dengan metode investigasi ilmiah (scientific crime investigation).

“Dari hasil analisis atau investigasi ilmiah yang kami lakukan, akhirnya kami dapat menelusuri rekaman perjalanan atau travel record dan location history para terduga pelaku,” kata Sabilul.

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya