oleh

Kesaksian Poltak Simamora, Pria 74 Tahun yang Sembuh dari Covid-19

Tangerang7.com, Tangerang – Wabah pandemi virus covid-19 bisa menyerang siapa saja. Tak kenal usia maupun status sosial. Penyakit akibat virus ini tak selamanya mematikan. Banyak juga yang sembuh ketika tim medis sudah memvonisnya positif dari covid-19.

Itulah yang dialami Poltak Simamora. Pria berusia 74 tahun ini bisa kembali berkumpul bersama keluarganya setelah dirawat selama 30 hari di RSUD Serang.

Baca Juga : Ada Empat Lantai di Griya Anabatic, Digunakan untuk Apa Saja ?

Pada Senin (27/4/2020), Poltak yang tinggal di Kampung Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kota Serang, ini dijemput pulang keluarganya setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Serang. Ia bukan saja terpapar covid-19. Tapi juga memiliki riwayat penyakit jantung dengan 2 ring yang terpasang.

Ia bercerita, awalnya mengalami demam. Suhu badannya turun naik hampir tiap hari. Ia pun memeriksakan diri ke klinik dan puskesmas terdekat. Hasilnya, pemilik bengkel ini mengalami gejala covid-19 dan diputuskan untuk melakukan perawatan intensif di RSUD Serang.

Tentu saja, hasil periksa kesehatan ini membuat Poltak merasa takut. Terlebih penyakit ini begitu dibayangkan sangat mengerikan. Keluarganya pun merasakan hal yang sama. Merek ketakutan. Panik. Pikirannya campur aduk. Juga berpikir yang tidak-tidak.

Belum lagi penyikapan lingkungan terhadap mereka. Bisa kita bayangkan. Semuanya memengaruhi psikologinya. Mereka drop. Informasi-informasi berseliweran di media sosial dan sangat mungkin banyak yang hoax.

“Kami takut. Tapi, di saat yang sama, kami ingin penyakit ini hilang. Kami harus kuat,” katanya ketika ditemui di rumahnya, Kamis (30/4/2020).

Saat di rumahnya, Poltak sedang dikunjungi juga oleh anggota DPRD Banten Martua Nainggolan. Politisi Partai Hanura dapil Kabupaten Tangerang ini senantiasa memberi semangat Poltak dan keluarganya.

Keluarganya pun punya prinsip. Bukan menjauhi orang yang terpapar covid-19. Tapi jauhi penyakitnya.

Selama diisolasi selama dua pekan, Poltak selalu berupaya menunjukkan keceriaannya. Ia mengaku dirinya harus kuat. Tabah. Bukan saja untuk dirinya. Tapi untuk sekelilingnya. Doa pun tak henti dipanjatkan.

“Saat diisolasi, Bapak malah bikin orang di sekelilingnya tertawa. Bapak selalu bersiul-siul dan lucu-lucuan. Membuat keluarga gembira. Bahkan, tim medis pun dibuatnya tertawa,” ungkap istrinya,
Selma Boru Manulang.

Memang, diakui, Poltak kerap menunjukkan sikap yang cenderung putus asa. Bapak delapan anak ini sering bilang bahwa dia akan mati, kalau tidak malam ini, mungkin besok.
Ia merasa tidak kuat menahan sakit yang dideritanya. Baginya, penyakit yang dialaminya seperti di neraka.

“Dalam masa diisolasi, di usianya yang sudah sepuh, Bapak pernah jatuh dari tempat tidur ketika hendak ke kamar mandi,” kata Selma.

Masa-masa perawatan pun terus berjalan. Saat yang menggembirakan datang. Poltak dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Poltak mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, yang Maha Kasih. “Saya ucapkan terima kasih atas doa-doa tulus dan support semua. Keluarga, saudara, sahabat, dan teman. Kepasa Bapak pendeta. Tanpa kalian semua, saya tak bisa berbuat apa-apa. Kami mengucapkan terima kasih, terutama kepada tim medis atas segala kebaikan, perhatian, dan kesabaranya. Doa kami selalu menyertai. Kalian pahlawan kami,” ucapnya.

Poltak pun ingin berbagi kisah ini untuk pasien-pasien lain, bahwa covid-19 bisa kalah dan pasien bisa sembuh. “Tetap berdoa, semangat, dan selalu tunjukkan kebahagiaan agar imun tubuh kita naik. Ini akan mengalahkan penyakit. Dari setiap musibah pasti ada makna positifnya. Kami semakin dekat kepada Tuhan. Ini kesaksian kami yang berjuang kesembuhan dari covid-19,” ujar Poltak.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang Agus Sukmayadi membenarkan bahwa Poltak sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Serang hingga akhirnya dinyatakan sembuh dan bisa pulang kembali ke rumah bersama keluarga.

Ia berpesan agar masyarakat selalu waspada dengan virus corona ini. Tidak terlalu panik asalkan selalu menjaga lingkungan rumah dan patuh pada peraturan pemerintah.

“Untuk para keluarga pasien, saya berpesan untuk selalu semangat demi kesembuhan,” kata Agus.

Anggota DPRD Banten Martua Nainggolan pun memberi pesan agar masyarakat dapat disiplin menjaga kesehatan diri dan lingkungan, juga mengikuti aturan pemerintah pusat dan daerah. (les/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya