oleh

Kembalikan Uang Kami…

Apes Tawaran Rumah Subsidi

TANGERANG – Nurrahman (35) tak akan pernah mengira, tawaran iklan di sebuah situs properti yang dilihatnya 2 tahun lalu bakal berujung apes. Bersama 163 orang lainnya, Nurrahman menjadi korban penipuan PT Cakrawala Karya Kinakas, pengembang perumahan yang berkantor di Kota Tangsel.

Awalnya pada 2015 silam, Nurrahman tak sengaja membaca iklan rumah subsidi yang akan dibangun di pinggiran ibukota Jakarta. Dalam iklan tersebut tertulis, perumahan itu dikembangkan oleh PT Cakrawala Karya Kinakas. Cara pembayaran yang ringan dan syarat yang mudah membuat pria asal Boyolali, Jawa Tengah, itu merasa tertarik. Apalagi lokasinya berada di dekat ibukota.

“Saya tertarik dengan cara pemasarannya. Saya dapat informasi dari baca iklannya di internet,” kata Nurrahman kepada Tangerang7.com di Polres Tangsel, Rabu 12 Desember 2018. Saat itu, Nurrahman sedang mengadukan penipuan yang dialaminya ke polisi.

Nurrahman bercerita, pada situs properti yang pernah dilihatmya tersebut juga mencantumkan nomor telepon marketing PT Cakrawala Karya Kinakas. Nurrahman pun bergegas mencatat dan meneleponnya. Orang yang ditelepon kemudian menjelaskan cara pembelian sampai lokasi perumahannya.

Brosur penjualan Bumi Berlian Serpong.

Nurrahman pun mengatur jadwal. Beberapa hari kemudian, Nurrahman mengajak istrinya mendatangi kantor pemasaran PT Cakrawala Karya Kinakas. Kantor pengembang perumahan ini berbentuk ruko yang lokasinya di Jalan Pahlawan Seribu Sektor 4 Blok RF No. 39, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel. Di sana, Nurrahman disambut beberapa orang. Dari penampilannya, Nurrahman menyimpulkan mereka adalah tenaga pemasar.

“Saya langsung diajak marketing perusahaan tersebut untuk melihat lokasi perumahannya,” kata Nurrahman. Perumahan yang akan dibangun PT Cakrawala Karya Kinakas ini berlokasi di dua wilayah Kabupaten Bogor. Yakni perumahan Bumi Berlian Asri di daerah Curug, Kabupaten Bogor dan satunya lagi perumahan Bumi Berlian Serpong di daerah Cidokom, Kabupaten Bogor.

Ketika Nurrahman diajak mendatangi lokasi perumahan Bumi Berlian Serpong, dia menghitung sudah ada 30 rumah yang sedang dibangun di sana. Karyawan PT Cakrawala Karya Kinakas mengatakan rumah-rumah yang sudah berdiri itu adalah rumah tahap pembangunan pertama. “Di situ saya percayanya,” kata Nurrahman.

Tanpa pikir panjang lagi, hari itu dia membayar Rp 5 juta sebagai booking fee. Untuk selanjutnya, karyawan PT Cakrawala Karya Kinakas meminta Nurrahman menyiapkan uang sekitar Rp 20 sampai Rp 30 juta sebagai uang mukanya. Pembayaran uang muka itu pun dapat dicicil.

Setelah melunasi pembayaran uang muka beberapa bulan kemudian, Nurrahman dijanjikan akan dipanggil untuk wawancara dengan bank. Namun panggilan untuk wawancara tidak pernah datang. Dia kesal lama menunggu hingga akhirnya mencoba menanyakan langsung ke bank. Namun jawaban yang didapat membuat Nurrahman bertambah kesal. Sebab, namanya tak pernah ada dalam daftar pengajuan fasilitas pembiayaan rumah bersubsidi.

“Saya kemudian minta kejelasan ke pengembang, tapi jawabannya berbelit dan lama kelamaan malah kantornya tutup, ternyata saya ditipu. Saya ingin uang saya kembali,” kata Nurrahman.

Polisi tangkap pelaku penipuan modus rumah bersubsidi
Polres Tangsel membuka posko pengaduan rumah bersubsidi. (Foto : Humas Polres Tangsel)

Dalam surat laporan polisi, tercatat ada 163 orang lainnya yang bernasib sama dengan Nurrahman. Seperti halnya Anisa (32) dan Hendra (31), karyawan sebuah perusahaan swasta. Mereka harus menelan pil pahit karena rumah subsidi yang dibelinya dari cucuran keringat malah berujung penipuan.

Anisa juga mengetahui penjualan rumah subsidi tersebut dari internet pada 2016 silam. Rumah yang ditawarkan itu berlokasi di Perumahan Bumi Berlian Serpong, di Desa Cidokom, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor. Kemudian, karena ketertarikan dengan harga murah serta lokasi, Anisa menghubungi marketing PT Cakrawala Karya Kinakas. Anisa selanjutnya diajak ke lokasi dan setuju untuk membayar tanda jadi dan uang muka.

Ia kemudian mendapatkan bukti kuitansi pembelian unit rumah namun tidak ditandatangani oleh Direktur PT Cakrawala Karya Kinakas, yaitu John Sumanti, melainkan atas nama Melly. Dan setelah ditunggu pembangunannya hingga satu tahun lamanya, Anisa kemudian mendapat kabar bahwa rumah yang sudah dibayarnya mangkrak alias tidak mengalami perkembangan.

“Uang yang sudah saya bayar untuk diminta kembali tidak jelas. Sedangkan pemilik PT-nya tak pernah bisa ditemui,” jelas Anisa.

Korban lainnya, Dina mengaku tertarik dengan rumah yang ditawarkan PT Cakrawala Karya Kinakas karena murah dan lokasinya terjangkau. “Saya tertarik lokasinya pertengahan Serpong dan Parung, tidak terlalu jauh ke Bintaro,” kata Dina yang Kamis 13 Desember 2018 lalu mendatangi posko pengaduan Polres Tangsel.

Informasi tentang penjualan rumah subsidi ini didapatnya dari temannya pada pada September 2016. Dina yang kebetulan sedang mencari rumah kemudian mendatangi lokasi rumah di daerah Cidokom, Kabupaten Bogor. Ketika melihat sudah ada beberapa rumah yang dibangun di sana, Dina pun yakin dan memutuskan untuk memesannya.

“Saya langsung ke kantor pemasaran dan menanyakan lebih jelas proses dan prosedurnya,” kata Dina.

Di kantor pemasaran, Dina sempat bertemu dengan Direktur PT Cakrawala Karya Kinakas John Sumanti. Saat itu Dina melihat John tidak seperti bos perumahan pada umumnya yang mengenakan pakaian rapi. John terlihat hanya mengenakan celana pendek. Kepada Dina, John meyakinkan bahwa mereka merupakan salah satu pengembang yang ditunjuk pemerintah membangun rumah subsidi.

Bangunan di perumahan Bumi Berlian Serpong. (http://idnproperty.agenproperti.com)

Dina pun percaya dan membayar biaya pemesanan dan uang muka sebesar Rp 30 juta. Tapi setelah enam bulan berlalu, panggilan kontrak atau wawancara dengan bank tak pernah datang padanya. Dia kemudian mencoba mengunjungi kantor PT Cakrawala Karya Kinakas. Namun, kantor itu telah ditutup.

“Saya telepon bosnya. Saya tanya kok belum ada panggilan? Saya diminta tenang dan dia janji kalau memang tidak dibangun rumahnya, uangnya dikembalikan,” kata Dina. Namun, hingga akhir Desember 2018, John tidak lagi bisa dihubungi.

Polisi menghitung uang korban yang telah disetorkan ke PT Cakrawala Karya Kinakas mencapai Rp 4,5 miliar. Direktur PT Cakrawala Karya Kinakas John Sumanti menghilang setelah dilaporkan beberapa konsumen. Polisi menetapkan status tersangka kepada John dan sempat menerbitkan status daftar pencarian orang. John baru dapat diamankan pada 8 Desember 2018 di Sulawesi Utara.

Dari hasil pemeriksaan polisi, terungkap bahwa lahan yang menjadi lokasi perumahan Bumi Berlian Asri dan Bumi Berlian Serpong belum sepenuhnya milik PT Cakrawala Karya Kinakas. Namun, John nekat memasarkannya sejak tahun 2015. Bahkan, membawa embel-embel bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Sebagian besar calon konsumen tidak pernah diajukan ke bank untuk mendapat fasilitas kredit perumahan. Ada juga yang sudah ditolak tapi tidak pernah ada pemberitahuan dan uang mukanya tidak dikembalikan sesuai perjanjian pada surat pemesanan rumah (SPR),” kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, Kamis (13/12/2018).

Polisi menjerat John dengan Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (isb/riz/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya