oleh

Kembali Zona Merah, Pemkot Tangsel Tambah Kamar Rawat dan Perketat Pengawasan

Tangerang7.com, Ciputat – Per Tanggal 8 Desember 2020, Kota Tangsel dinyatakan kembali menjadi zona merah. Hal ini menjadikan pemerintah kota membuat regulasi baru untuk menangani situasi, salah satunya dengan menyiapkan tambahan kamar rawat dan ruang ICU.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, regulasi disiapkan dari dua sisi. Yakni, sisi hulu yang memastikan bahwa dirinya akan menambah jumlah ruang rawat di Rumah Lawan Covid hingga ICU sebagai ruang rawat bagi pasien dengan gejala serius.

Sementara untuk pasien dengan gejala sedang, pemerintah akan menyiapkan rumah sakit tipe C yang saat ini sedang dibangun di Pakulonan. Dengan kapasitas 100 tempat tidur, diharapkan rumah sakit ini memadai kebutuhan. Sehingga ruang rawat bisa dimanfaatkan oleh pasien positif covid-19.

”Saat ini, pemerintah memastikan bahwa ruang rawat untuk pasien sudah terisi hingga 91 persen. Sehingga penambahan kamar harus dilakukan,” terang Benyamin di Puspem Kota Tangsel.

Benyamin menambahkan bahwa pemerintah akan menyiapkan 150 kasur perawatan transit yang bisa digunakan oleh kasus baru dengan gejala sedang. Sambil menunggu ruang perawatan mana yang dibutuhkan pasien.

Adapun tempat transit pasien dibagi di tiap kecamatan, yaitu untuk Pondok Aren berada di PKM Pondok Betung, Serpong ada di PKM Lengkong Wetan dan Ciputat Timur berada di Puskesmas Pondok Ranji. Sedangkan dii Serpong Utara ada di Puskesmas Pondok Jagung.

”Di Kecamatan Setu ada di PKM Keranggan, di Kecamatan Pamulang ada di PKM Pamulang dan terakhir di Kecamatan Ciputat ada di PKM Kampung Sawah,” kata dia.

Di mana masing-masing puskesmas disediakan 10 tempat tidur dan mulai beroperasi pada 30 Desember 2020.

Saat ini, pemerintah juga sedang membahas soal kerjasama dengan hotel atau pihak kos-kosan. Kemungkinan nantinya ruang-ruang mereka bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan pelayanan terhadap pasien.

Menjelang tahun baru, Benyamin memastikan akan meningkatkan pengawasan terhadap protokol kesehatan. Karena maklumat sudah diterbitkan. ”Sekarang tinggal pemantauan. Sanksinya mengacu pada perwal nomor 13 tahun 2020,” tegasnya. (rls/t7/set)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya