oleh

Kelalaian Disperindagkop UKM Kota Tangerang Disesalkan dan Jadi Preseden Buruk

TANGERANG, Tangerang7.com  – Kelalaian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) UKM Kota Tangerang yang berujung dilanggarnya protokol kesehatan, Senin (19/10 kemarin, disesalkan banyak pihak. Berbagai pihak menyesalkan dengan tumpleknya ribuan warga di Gedung Cisadane dalam upaya pendaftaran bantuan dana untuk pelaku UMKM dari Pusat tersebut.

Nasrul Falah dari komunitas warga peduli Covid-19 menilai, apa yang terjadi di halaman kantor Disperindagkop UKM Kota Tangerang bukti nyata ketidaksiapan dinas tersebut dalam upaya penanggulangan Covid-19 di daerah ini. Padahal, kata Falah, program bantuan untuk UMKM ini bukan kali pertama tapi sudah kali kedua diterima masyarakat.

“Seharusnya para pejabat di Disperindagkop UKM bisa mengantisipasi sebaik mungkin. Mereka kan pasti tahu begitu banyaknya jumlah UMKM di Kota Tangerang. Satu kecamatan saja jumlah pedagang itu ribuan. Jadi kalau pun dalam satu hari yang dijadwalkan Disperindagkop UKM sebanyak 3 kecamatan, pasti akan tetap membludak,” ujar Falah kepada Tangerang7.com, Selasa (20/10) pagi.

Sebelum corona saja, kata Falah, pedagang yang ada di setiap kecamatan di Kota Tangerang jumlahnya demikian banyak. Apalagi saat pandemi corona sekarang ini, jumlah warga Kota Tangerang yang beralih profesi menjadi pedagang atau masuk katagori UMKM, dipastikan makin bertambah.

“Jadi sangat salah kalau tidak ada antisipasi dari Disperindagkop UKM. Saya juga baca penjelasan dari Disperindagkop UKM bahwa mereka menjadwalkan satu hari untuk pendaftaran 3 kecamatan, pertanyaan saya adalah apa sosialisasinya sampai ke para pelaku UMKM. Apa pegawai di Disperindagkop UKM sudah turun langsung menemui para pedagang? Jangan-jangan mereka hanya mengandalkan aparat kecamatan dan kelurahan yang belum tentu juga bisa sosialisasi langsung kepada para pelaku UMKM. Coba kita pengen tahu, sistem sosialisasinya seperti apa?” tanya Falah.

Falah yang juga pendiri Milenial Institute Tangerang melihat bahwa Tangerang Raya saat ini dalam zona merah penyebaran virus Covid-19 seharusnya hal tersebut dapat terhindari dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi terlebih dahulu pada warga Kota Tangerang sehingga tidak terjadi kerumunan warga tanpa memperdulikan protokol kesehatan. Ditambah Kota Tangerang yang dikenal dengan jargon Smart City seharusnya lebih mengedepankan cara efisiensi dengan menanfaatkan teknologi sebagai akses warga dalam segala kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Tangerang.

Saat disinggung bahwa pasca-kejadian Disperindagkop UKM sudah membuat aplikasi atau sistem pendaftaran online, menurut Falah itu sudah terlambat. Karena kerumanan massa dan dugaan penularan corona sudah terjadi. “Bagus sih bagus kalau sudah dibuatkan aplikasinya, tapi sekali lagi bahwa apa yang terjadi di Gedung Cisadane menjadi catatan buruk pada Disperindakop di tengah seluruh warga dan Walikota Tangerang sedang bekerja keras melawan virus corona.

Ketua UMKM Nusantara DPD Tangerang Raya, Adam Muhammad

Penyesalan serupa diungkapkan Ketua Serikat UMKM Nusantara DPD Tangerang Raya, Adam Muhammad. Menurut Adam, Kepala Disperindagkop UKM (Teddy Bayu Putra) sudah semestinya bisa melakukan anstipasi secerdas mungkin. Jangan justru terkesan pongah dan mengangkangi aturan dan upaya-upaya yang sedang dilakukan pemerintah dan warga.

“Jumlah pelaku UKM di Kota Tangerang sangat banyak. Apa mungkin bisa terakomodir di kantor Disperindagkop UKM. Dan apa yang terjadi? Kejadian yang tidak kita ingin benar-benar terjadi. Kita lihat di video yang beredar, pelaku UMKM juga tidak dihargai. Mereka berdesak-desakan. Bahkan ada yang bawa anak kecil sambil panas-panasan,” ucap Adam.

“Kalau mau dilakukan (pandaftaran-red) di kantor Disperindagkop UKM secara langsung, disediakan dong minmal tenda besar dan tempat duduk dan tetap gunakan protokol kesehatan. Ini benar-benar preseden buruk dan kalau saya bilang kadisnya “lompat pagar” dari usaha bersama warga Kota Tangerang mencegah corona,” tutup Adam. (jebe/tang7)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *