oleh

Kekerasan pada Anak Tinggi, Predikat Kota Layak Anak Bisa Dicabut

Tangerang7.com, Serpong – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak segera mengoreksi predikat kota layak anak yang disandang Kota Tangsel.

LPAI menilai, Kota Tangsel seakan terlena seperti kota/kabupaten lainnya usai menyandang predikat beken itu. Menurut LPAI, sebaiknya predikat itu dicabut sementara.

Ketua LPAI Seto Mulyadi mengatakan, jika daerah yang sudah berpredikat kota layak namun justru tingkat kekerasan pada anak terbilang meningkat, maka status tersebut bisa saja dicabut untuk sementara.

“Mungkin banyak dari kabupaten atau kota yang sudah dinyatakan layak anak. Tetapi jika kemudian masyarakat dan media melaporkan masih banyak pelanggaran, ini mohon bisa menjadi koreksi bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kalau perlu mungkin penghargaan Kota Layak Anak itu untuk sementara dicabut dulu,” ujar pria yang akrab disapa Kak Seto itu saat dikonfirmasi Tangerang7.com, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, anak yang sudah mengalami kekerasan sangat mungkin menghadapi trauma, sehingga mengganggu kehidupan bersosialnya ke depan. Pemkot Tangsel harus ikut bertanggung jawab dengan terus mengawasi dan mendampingi anak-anak korban kekerasan bersama psikiater, agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Kak Seto berharap Pemkot Tangsel terus mengontrol Satgas Perlindungan Anak yang sudah dibentuk. Jangan sampai satgas ini tidak banyak berbuat dalam menjalankan tugas mereka. Dia mengatakan, guna menciptakan daerah ramah anak bukan saja tugas pemerintah, namun keluarga dan lingkungan harus ikut berperan.

“Selain pemerintah, keluarga dan lingkungan,  Satgas Perlindungan Anak yang sudah dibentuk di setiap RT dan RW juga perlu maksimal. Sehingga kepedulian untuk melindungi anak itu termasuk dari lembaga paling awal yaitu RT dan RW,” tandas Kak Seto.

120 Kasus Kurun 2018

Kekerasan pada anak di Kota Tangsel cukup tinggi. Awal tahun 2019 ini saja sudah ada tiga kasus kekerasan seksual terhadap anak ditangani Polres Tangsel.

Selain itu, berdasarkan data selama 2018, Polres Tangsel menangani 95 kasus kekerasan pada anak dengan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur menempati peringkat teratas. Di tahun 2018 pula Tangsel mendapatkan penghargaan sebagai Kota Layak Anak Kategori Madya.

Sejalan data Polres Tangsel, data Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel pun mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi.

“Dari data kami pada tahun 2018, dari 165 kasus kekerasan sekitar 120 kasus korbannya adalah anak-anak,” kata Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati. (isb/t7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya