oleh

Kekerasan pada Anak Kian Marak, DP3AP2KB akan Gelorakan PATBM

Tangerang7.com, Tangerang – Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang makin meningkat. Salah satu yang menghebohkan belum lama ini yaitu balita 1,5 tahun tewas lantaran dianiaya ibu kandungnya sendiri, di Kampung Gebang, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk.

Guna menekan angka kekerasan terhadap anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang berencana mengaplikasikan gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat atau PATBM. Program ini merupakan gerakan dengan melibatkan masyarakat dalam perlindungan anak.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Tangerang Irna Rudiana mengatakan, perlindungan anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002. Selama tiga tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap anak di kota seribu jasa kian marak.

Berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang, kekerasan terhadap anak dalam kurun 2016-2018 mencapai 114 kasus. Sementara data dari Polres Metro Tangerang Kota menunjukkan kekerasan terhadap anak dalam kurun tiga tahun terakhir sebanyak 169 kasus.

“Melihat tingginya angka kekerasan terhadap anak, kami mencoba untuk menggelorakan gerakan PATBM,” kata Irna kepada Tangerang7.com, Sabtu (26/1/2019).

Dia mengatakan, PATBM merangkul seluruh unsur masyarakat. Seperti tokoh masyarakat, RT/RW, majelis taklim, posyandu, karang taruna, bhabinkamtibmas, babinsa, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS), dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Gerakan ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang perlindungan anak,” pungkas Irna. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya