oleh

Kasus Penganiayaan Santri Ponpes Al-Wardayani Dilimpahkan ke Polda Banten

Tangerang7.com, Tigaraksa – Penganiayaan terhadap Ahmad Rifai, santri Pondok Pesantren Al-Wardayani, Kampung Pangodokan Bubulak, Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang kini ditangani Polda Banten. Polresta Tangerang telah melakukan pelimpahan kasus yang dipicu adu komentar di media sosial Youtube tersebut.

“Kasus pengeroyokan santri sudah dilimpahkan ke Polda Banten,” kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung dikonfirmasi Tangerang7.com, Selasa (15/1/2019).

Namun, saat ditanya apakah terduga otak penganiayaan itu guru mengaji di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lebak, Gogo enggan menanggapi.

Untuk diketahui, kasus tersebut terjadi pada Jumat (4/1/2019) malam. Di mana sekitar 20 orang tidak dikenal atau OTK mendatangi Ponpes Al-Wardayani dengan mengendarai 2 unit sepeda motor dan 2 unit mobil. Kedatangan mereka disambut baik oleh Ufwanul Hakim, guru mengaji di Ponpes Al-Wardayani.

Para OTK itu dipersilakan duduk di ruang tamu. Adapun tujuan rombongan tersebut bertemu santri bernama Ahmad Rifai bin Nurhali.

Ufwanul Hakim pun mempertanyakan dari mana orang-orang itu berasal. Masing-masing menjawab berbeda. Ada yang mengaku dari Malimping, Rangkas Bitung, dan Cibaliung. Namun satu pun di antara mereka tidak ada yang menyebutkan identitas.

“Kemudian pelaku mengarahkan pertanyaan kepada korban atas nama Ahmad Rifai tentang komennya di medsos yang mengomentari ceramah KH Qurtubi. Pelaku merasa tidak senang dengan komen tersebut dan langsung melakukan pemukulan secara bersama-sama mengenai bagian muka, mata sebelah kiri, dagu dan leher korban,” jelas Gogo, Minggu (6/1/2019).

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya