oleh

Kasus Narkotika 1 Kg di Tangsel; Istri Masuk Bui, Suami Buron

Tangerang7.com, Serpong – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Tangerang Selatan melakukan penangkapan terhadap dua pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Kedua pelaku diringkus pada tempat berbeda namun waktu hampir bersamaan. Total barang bukti pun lebih dari 1 kilogram sabu-sabu.

Kedua tersangka yakni Alvin (20) dan Veranika Hanaum (25). Saat ini pelaku mendekam di hotel prodeo Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong. Polisi kini tengah memburu suami dari Vera, lantaran diduga kuat terlibat dalam peredaran barang terlarang itu.

Kepala Satresnarkoba Polres Tangsel AKP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, Alvin merupakan seorang mahasiswa. Ia tertangkap di pinggir Jalan Satu Maret, Kampung Bulak Simpul, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/5/2019) malam. Polisi mengamankan sabu-sabu dengan berat 5 gram.

Lalu dilakukan pengembangan ke rumah kontrakan seorang ibu rumah tangga, yakni Vera. Ia diciduk tidak jauh dari lokasi penangkapan Alvin, yaitu Kampung Bulak Simpul, RT 008/004, Kelurahan Pegadungan. Di sana polisi menemukan barang bukti lebih banyak berupa paket sabu-sabu dengan berat berbeda-beda. 6 gram, 410 gram, dan 602 gram.

“Ungkap kasus ini berawal dari pengembangan di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan, kemudian bergeser ke daerah Jakarta Barat dan mengamankan dua tersangka yakni Alvin dan Vera. Total barang bukti sebanyak 1.023 gram narkotika jenis sabu-sabu,” jelas Kresno saat dikonfirmasi Tangerang7.com, Rabu (8/5/2019).

Berdasarkan pengakuan para tersangka, barang haram tersebut diedarkan di wilayah Jakarta Barat. Keduanya mengedarkan sabu-sabu sejak Februari 2019. “Kedua tersangka dikendalikan pelaku lain, dalam pencarian,” tandas Kresno.

Dua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Alvin dan Vera terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar atau maksimal penjara seumur hidup bahkan hukuman mati dan denda Rp10 miliar.

“Apabila barang bukti 1.023 gram sabu-sabu tersebut beredar, maka berpotensi merusak 10.230 orang penyalahguna narkotika,” pungkas Kresno. (srh/srh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya