oleh

Kapten Begal Ditembak Mati Tim Vipers, 7 Anggotanya Dibui

SERPONG – Hendra (30), pria asal Kabupaten Lebak tewas ditembak Tim Vipers Polres Tangsel. Ia merupakan kapten atau pemimpin kelompok kejahatan yang membekali diri dengan senjata api dalam beraksi. Kelompok ini cukup sadis, tidak segan-segan membunuh calon korbannya.

Hendra diburu polisi setelah beraksi di Jalan Raya STPI KM 5, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (30/11/2018). Jamal Putra (30), penjaga toko aksesori Nia Collection, merenggang nyawa di tangan Hendra. Jamal ditembak pada bagian punggung dan pinggang dengan menggunakan senjata api jenis FN modifikasi.

Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, polisi menerima laporan dari masyarakat atas terdengarnya letusan diduga senjata api di Kelurahan Curug Kulon, sekitar pukul 03.00 WIB. Polisi bersama Unit Identifikasi dan Tim Vipers mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di sana ditemukan seorang pria dalam keadaan tidak bernyawa, diduga kuat karena penembakan.

“Tim Vipers melakukan cek dan olah TKP yang kemudian mendapati dua buah selongsong peluru dan satu buah proyektil,” ujar Ferdy dalam keterangan pers, Senin (12/11/2018).

Polisi kemudian membawa korban ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi. Saat autopsi, satu proyektil kembali ditemukan pada tubuh korban. Tim Vipers pun melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku pembunuhan tersebut.

Saat melakukan serangkaian penyelidikan, polisi kembali mendapatkan informasi jika ada kelompok kriminal yang salah satu anggotanya baru saja melakukan pencurian kendaraan bermotor. Menindaklanjuti informasi itu, polisi berhasil menangkap pelaku berinisial Mulyawan (25). Saat ditangkap, ia melakukan perlawanan sehingga ditembak di bagian kaki. Kepada polisi, Mulyawan mengaku sebagai joki Hendra.

Barang bukti sepeda motor.

Walhasil, polisi menangkap Hendra. Setelah dilakukan interogasi, yang bersangkutan mengakui perbuatan meletuskan senjata modifikasi terhadap Jamal. Penembakan terjadi lantaran korban melawan pada saat pelaku akan merampas handphone dan juga karena pelaku takut ketahuan akibat korban berteriak.

“Terhadap tersangka Hendra dilakukan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan meninggal dunia, karena melawan personel Tim Vipers dengan menggunakan senjata api,” jelas Ferdy.

Tidak berhenti di sana. Enam anggota komplotan Hendra kembali diciduk. Antara lain Saad (22), Atma (37), Riyana (19), Ahmad Solegar (28), Samiran (24), dan Mamat (19). Jika Mulyawan adalah joki sang kapten, keenam lainnya memiliki peran berbeda.

Saad dan Atma berperan membawa motor hasil curian Hendra dan Mulyawan untuk diserahkan ke penadah. Saad dan Atma pun ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan kepada personel Tim Vipers pada saat dilakukan pengembangan kasus.

Riyana berperan memilih target motor yang akan menjadi objek tindak pidana, Ahmad Solegar menampung sementara motor hasil curian, Saminan merupakan penadah, sedangkan Mamat pembeli motor curian. Ahmad Solegar dan Saminan dilumpuhkan pada bagian kaki karena melakukan perlawanan.

“Delapan orang ini adalah satu kelompok pemain yang memang sering melalukan tindak pidana khususnya pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan dengan modus menggunakan senjata api,” jelas Ferdy. (srh/srh)

Bagikan:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya